Tukang Plafon

Tukang Plafon

Majikan digarap tukang bangunan

Cerita Sex Tukang Plafon – Nama aku reyhan biasa dipanggil rey, umur aku 24 tahun, tapi diantara teman sepantaranku di kampung hanya aku yang belum nikah, sedangkan teman temanku sudah ada yang punya 2 anak. padahal aku gak jelek jelek amat buktinya aku sudah ada kali 4 kali putus sama mantan pacar aku, mungkin belum waktunya kali, tapi kuping juga harus terbiasa sama celetukan celetukan tetangga yang sering tanya kapan nikah. Aku akui kalo ukuran kontol aku gak terlalu besar cenderung ke kecil, karena ada mantan aku yang bilang kalo kontol aku mungil atau ia sudah sering di tusuk sama kontol yang lebih besar dari punya aku. sehari hari aku bekerja bangunan sebagai tukang cat atau pasang plafon.

Suatu hari juraganku menyuruhku ngecat rumah temannya tapi diluar pulau, aku menolaknya tapi dia bilang kalo aku disuruh borong dan harganya dua kali lipat dan dapat tiket pulang pergi.
Juraganku merasa gak enak sama temannya karena katanya ia dulu dimodalin sama temannya ini, akhirnya aku berangkat saja toh harganya sangat bagus dan dapat tiket pulang pergi.

PortalDewasa – Sesampainya dibandara aku dijemput oleh temannya juraganku, sebelum sampai dirumahnya aku diajak makan disebuah depot. setelah itu kami menuju lokasi rumahnya terletak disebuah perumahan yang cukup elite, dan rumahnya cukup besar.
Sepertinya baru jadi tinggal catnya saja yang belum. aku juga sudah ditransfer setengah dari harga kesepakatan sisanya nanti jika sudah selesai dilunasi. dirumah itu sudah disediain beras, mie instan dan telur untuk makanku. lumayan jadi gak keluar uang makan. ia pamit kerena mau ada urusan katanya.
Sudah dua minggu aku bekerja sendiri, karena ini hari minggu aku gak kerja karena capek juga, aku lalu keluar jalan jalan, tentunya pakai sepeda motor milik tuan rumah yang disediakan buatku jika ingin keluar cari apa apa. karena aku tak tahu jalan dan daerah sini aku gak terlalu jauh perginya.

Setelah bosan aku lalu putuskan kembali saja. Sesampainya didepan pos jaga aku lalu duduk duduk dengan pak satpam, kubelikan sebungkus rokok untuk dia. Kami ngobrol supaya akrab meski aku agak susah mengerti dengan logatnya. Hingga ia tanya apa masih lama kerjaanku disini, aku bilang mungkin masih satu bulanan bisa lebih.

la tanya apa aku gak butuh teman untuk membantuku, soalnya keponakannya lagi nganggur dan biasanya ia juga kerja diproyek sebagai tukang cat juga. Setelah aku tanya berapa gaji pekerja proyek disini dan ternyata lebih rendah dari didaerahku, maka aku ia kan permintaannya, kusuruh besok bisa langsung kerja.
Esoknya pak satpam datang kerumah dengan keponakannya, ternyata masih muda mungkin seumuran denganku. Namanya Kayat, nama yang asing ditelingaku, tapi anaknya baik, cekatan dan kerjaannya juga rapi.

Aku suruh saja ia nginep disini karena katanya rumahnya cukup jauh, kalo lapar makan saja yat, itu telur sama mie instannya ada di lemari dapur, jangan sungkan sungkan sama aku, ia bang terima kasih, biasa saja kali justru aku senang punya teman disini.

Sudah hampir dua minggu kayat bekerja denganku, kami juga sudah akrab jika ngobrol, termasuk cerita cerita tentang cewek dan ternyata aku baru tahu kalo ia sudah nikah dan punya anak satu yg masih kecil.

Suatu saat waktu aku kencing aku lupa tutup pintu kamar mandi, dan kayat tiba tiba masuk, ia melihat ukuran kontolku sambil menahan tawa, maaf bang aku gak tahu kalo ada abang, ia lalu keluar. Anjir lagi lagi aku dibuat minder dengan ukuran kontolku.

Setelah selesai bekerja sore hari saat sedang santai kami nyantai di taman belakang rumah sambil minum kopi dan menghisap rokok.

A : yat tadi kau kamar mandi, kau menertawakan ukuran kontolku ya?
K : eee… enggak bang… sumpah
A : gak usah pakai sumpah sumpah deh,, nanti kamu mandul gak bisa bikinin adek buat anakmu loh
K : ya kejam amat bang
A : berarti bener??
K : abang gak pengen punya abang tambah besar dan panjang
A : lah punyamu segede apa?
la lalu memperlihatkan kontolnya, anjing gede banget punya nih anak ” batinku “.
A : apaan sih lu, kau kira aku homo apa
K : (memasukkan kembali senjatanya) tadi abang mau tahu, kalo abang mau aku bisa anterin abang buat gedein tu burung, emang puas cewek dengan ukuran segitu??

Anjing nih anak omongannya “batinku “, tapi bener juga sih, mantan mantanku dulu sepertinya biasa biasa saja ekspresinya kalo ngentot

A : gak ah, nanti malah gak aman buat kesehatan
K : gak aman gimana bang, kan caranya tradisional,, gak pakai obat obatan kimia
A : (kayanya boleh dicoba nih) memang bisa permanen dan bikin kuat gak yat??
K : pasti permanen bang, abang kalo ngeseks berapa lama biasanya??
A : ya normal nya lah yat, 10 menitan
K : wkwkwkwk, cuma segitu
A : lah kamu emang berapa lama??
K : nanti abang buktikan sendiri saja, gimana bang??
A : boleh lah yat minggu besok saja gimana??
K : oke terserah abang, tapi berangkatnya sabtu saja, nanti mampir kerumah biar abang tahu rumah aku, kan abang sudah aku anggap saudara sendiri, masa gak mampir kerumah
A : terserah kamu lah

Sabtu sore pukul 3 aku suruh kayat beres beres, setelah mandi dan menutup semua pintu aku lalu menitipkan kunci ke pos satpam. Kebetulan paman kayat yang jaga. Ia memboncengku karena ia yang hafal jalan, hampir sejam kami berkendara tapi belum sampai, malah sekarang jalan yang kami lalui adalah hutan dan jalannya gak beraspal lagi untuk gak musim hujan jadi gak becek.

A : yat masih jauh??
K : mungkin sejam lagi bang
A : hah, kamu gak kesasar kan?
K : ya gak lah bang, aku kan orang sini
A : jangan jangan kau ingin celakain aku yat??
K : ngomong apa sih bang, kan abang sudah aku anggap saudara sendiri
A : terserah lu lah yat, eh tapi kalo ada warung berhenti dulu yat, kita makan
K : wkwkwk, ini tengah hutan bang, bukan tengah kota
Setelah menahan lapar dan pantat terasa panas, akhirnya aku sampai dirumah kayat.
K : deket kan bang??
A : dekat pala lu,, pantat kayak kobong nih

Rumahnya terbuat dari kayu dan berbentuk rumah panggung. Aku dipersilahkan masuk olehnya. Ia lalu menggendong anaknya yang kira kira berusia 2 tahunan. Dalam hati aku merasa iri dengannya karena bisa berbahagia dengan keluarganya. Aku juga diperkenalkan dengan istri dan orang tuanya, mereka sangat baik kepadaku.
Esoknya setelah mandi aku duduk duduk didepan rumah. Istri dan ibu kayat keluar sambil ngegendong anaknya ia mau pergi kepasar sekaligus kerumah saudaranya.

A : yat istri kau bisa naik motor??
K : bisa bang, kenapa??
A : tuh suruh bawa motor saja kasihan kalo jalan kaki apalagi gendong anak lu
K : gak usah bang
A : sudah nih kuncinya

Aku juga beri 2 lembar uang seratus ribu buat beli bensin dan tambah tambah buat belanja

K : bang sekarang??
A : apanya??
K : ya elah, tuh kontol masa dari kecil cuma segitu saja.
A : anjirrrr, kau ya, emang dimana rumahnya tuh orang bisa gedein kontol??

Tiba tiba ia panggil bapaknya, hal itu sontak membuatku kaget dan malu.

A : hey kenapa kau panggil bapak kau, malu tahu

Selang beberapa lama bapaknya kayat yang benama pak abuy keluar.

P : ada apa yat??
K : ini pak, bang ray burungnya minta dibesarin, wwkwkk
A : apaan sih kau yat
P : bener nak rey
A : ii… iya pak, kataku sambil malu malu
P : gak usah malu malu nak, sebentar bapak ambil peralatannya dulu
A : yat jadi bapak kau sendiri??
K : iya bang, tenang saja bapak sudah ahlinya disuku kami dan hanya kepala suku yang mampu melakukan itu
A : hah, kepala suku??
K : iya bang, bapakku adalah kepala suku disini

BACA JUGA : Pelacur Kecil

Dari dalam pak abuy keluar sambil membawa sebuah tas yang terbuat dari rotan

P : ayo nak?
A : kemana pak, disini??
P : ya gak lah kita ke goa yang tak jauh dari sini, yat kau jaga rumah ya??
A : iya pak

Kami berjalan mengusuri jalan setapak, tak jauh memang goa itu dari rumah kayat mungkin 10 menitan sudah sampai.

P : sekarang buka semua pakaian nak rey??
A : hah
P : nak rey jangan takut, meski kami orang orang pedalaman, tapi kami punya budi pekerti
A : baik pak

Pak abuy mengeluarkan alat alat dari dalam tas, dan aku melepas semua pakaianku hingga telanjang

P : hihihi, kecil kali burung kau nak, tapi tenang sebentar lagi punyamu akan berubah, sekarang kau pilih, kau ingin seberapa besar ukuran burungmu

Pak kayat menyuruhku memilih salah satu dari 4 buah batang kayu yang bentuknya mirip kontol tapi bolong dibagian tengahnya, ukurannya dari yang terkecil kira kira 15 cm sampai yang paling panjang sekitar 21 cm tapi besar semua benda itu hampir sama kira kira berdiameter 7-8 cm. Karena aku selama ini minder dengan ukuran kontolku maka aku pilih yang paling besar

A : yang ini saja pak yang paling besar
P : hehehe, yakin nak?? gak apa apa nak,, ya sudah sekarang nak rei tidur diatas batu itu.

Kemudian pak abuy memijat disekitar paha dan selangkanganku menggunakan minyak yang baunya menyengat tajam di hidung, belum lagi pijatannya yang cukup sakit sehingga aku berteriak, untung saja tempatnya jauh dari keramaian. Setelah memijat pak abuy mengikat tangan dan kakiku ke empat penjuru sehingga aku terlentang dan kedua kakiku mengangkang lebar.

A : pak kok pakai diiket segala pak??
P : kalo tak di ikat nanti nak rey akan melepas alat yang bapak pasang, dan itu akan gagal

Kemudian pak abuy membungkus kontolku dengan daun yang tak kutahu jenisnya, ia juga melumuri bagian dalam kayu yang berbentuk kontol itu kemudian ia memasukkan kontolku kelubang alat itu dan mengikatnya agar tak terlepas.

P : nak nanti rasanya akan terasa sakit dan panas, nak rey boleh berteriak, tenang gak ada yang mendengar nya
A : berapa lama pak??
P : mungkin sekir 45 menitan, sekarang bapak akan keluar cari ramuan buat nak rey minum, tenang tempat ini aman
A : baik pak

Pak abuy keluar dari goa lalu menutup pintu goa yang terbuat dari bambu anyaman, sepuluh menit kemudian kontolku mulai terasa hangat, rasanya semakin panas dan sakit, puncaknya sekitar menit 30 keatas rasanya sangat panas, Kontolku rasanya seperti terbakar dan juga sakit seperti digigit hewan buas, aku berteriak sangat keras, bahkan aku sampai pingsan. Saat tersadar pak abuy sudah kembali, meski ikatanku sudah terlepas tapi tenagaku lemah sekali

P : sudah sadar nak??
A : aarrghh, sakit dan panas pak
P : tenang nak, semua sudah selesai dan berhasil, lihatlah burungmu sekarang

Aku kaget melihat ukuran kontolku yang berubah sangat drastis, kontolku sangat besar dan panjang

P : minumlah ini nak biar energimu kembali lagi

Selesai minum, perlahan tenagaku mulai pulih

P : gimana kamu puas nak??
A : ia pak, aku sangat senang, berapa aku harus bayar semua ini pak??
P : sambil tersenyum ia berkata ” gak usah bayar, kamu sudah baik dengan anak bapak dengan memberi pekerjaan, itu sudah sangat lebih dari cukup

Lalu kami kembali kerumah, dan dirumah kayat tetap saja membuly ku

K : sudah selesai bang?? cepat cari wanita, buat apa besar kalo dianggurin
A : anjing kau
K : wkwkwkk

Esoknya kami kembali ke tempat kerja, dan waktu terus berputar dengan cepat, rumah yang aku kerjakan hampir selesai, dan sore itu ada orang yang ingin rumahnya dicat ulang, karena mungkin 3 hari lagi aku kembali ke daerahku maka kerjaan itu ku kasihkan kayat, apalagi itu rumahnya beda daerah.

A : yat kau kerjakan ya rumah tuh bapak, rumah ini mungkin esok sudah selesai, dan aku akan kembali ke daerahku, tenang harganya sama dengan rumah ini, tadi aku sudah deal sama orangnya.
K : tapi, bagian abang gimana??
A : gak usah kamu yang kerja, kamu ambil semua, anggap saja sebagai rasa persaudaraan kita
K : baik kalo gitu, terima kasih bang, abang sudah baik sama aku
A : sama sama yat aku juga sangat senang bisa bertemu dengan kamu, kamu kerja yang sungguh sungguh biar lancar
K : ia bang, kalo gitu besok kamu bisa kerjain tuh rumah, nih alamat dan no telepon tuan rumahnya

Esoknya kayat pindah ketempat kerja yang baru

K : bang terima kasih ya atas kebaikan abang sama saya
A : ah biasa saja yat aku juga senang bisa bersahabat dengan kamu
K : kalo suatu saat nanti abang dapat kerjaan disini abang cari pak satpam didepan saja, dia paman saya nanti biar dia yang antar abang
A : baik yat, hati hati dijalan

sebelum ia pergi ia berkata

K : oh ya bang, abang harus bijak dengan kontol abang
A : emangnya kenapa yat?? kamu jangan bikin aku takut
K : gak bang soalnya kata bapak kontol abang ditulis rajah, dan tidak akan keluar dalam waktu yang abang inginkan
A : maksudnya gimana?
K : kalo abang ingin klimaks abang harus baca

la membisikan bacaan yang cukup singkat kepadaku.

K : abang baca dalam hati saja jangan pakai speaker, wkwkwk
A : anjing kau yat, kenapa baru sekarang ngomongnya
K : ya sudah bang aku pergi, sampai jumpa lagi
A : baik, hati hati

Mungkin setengah hari lagi kerjaan rumah sudah selesai, dan kutelpon teman juraganku kalo kerjaanku sudah selesai. Tapi saat ku telepon temen juraganku, bilang kalo ia sedang di pulau B ada kerjaan, tapi ia bilang nanti istrinya yang datang dan lunasi sisa pembayarannya.

Aku kerjakan pengecatan yang tinggal sedikit, setelah selesai aku membersihkan rumah itu agar nanti tuan rumahnya senang dan setelah beres aku kemudian membersihkan diri. Tak terasa hari sudah sore, sambil nyantai nunggu tuan rumah aku bikin kopi sambil menghisap rokok.

Aku mendengar sepertinya ada mobil yang berhenti didepan rumah, aku lihat siapa yang datang dari jendela ruang tamu. Sesosok wanita setengah baya kira kira umurnya 40 tahunan turun dari pintu kemudi.
Wanita berhijab memakai gamis yang tidak terlalu besar sehingga payudaranya yang besar menggoda nafsu, ia sangat cantik, tubuhnya masih terlihat kencang, maklum secara ekonomi ia tidak kekurangan. Aku lalu keluar rumah, mungkin ini istrinya pak harso teman juraganku yang baru aku ingat namanya.

S : sudah selesai semua nya mas??
A : sudah bu, silahkan dicek semua, kalo ibu ngerasa ada yang kurang berkenan, nanti saya akan perbaiki

la berjalan menyusuri setiap ruangan rumah sambil melihat pekerjaanku, aku yang mengikuti dari belakang dibuat konak oleh pantatnya yang sangat menantang. Aku coba tepis nafsuku, gak enak kalo ia tiba tiba hadap kebelakang dan melihat kontolku lagi ngaceng.

S : gak ada yang mengecewakan mas, kerjaan kamu rapi banget saya suka
A : terima kasih bu
S : oh ya nama saya santi, nama kamu siapa
A : panggil saja rey, bu
S : oh ya kamu punya rekening kan biar aku transfer saja
A : ada bu, ini nomornya

la mengeluarkan hpnya dan mentransfer sisa pembayaran

S : sudah masuk mas, coba kamu cek
A : ini kelebihan bu
S : gak apa apa, itu bonus buat kamu, saya senang dengan pekerjaan kamu
A : kalo gitu terima kasih bu
S : oh ya kapan kamu balik, nanti saya pesenin tiket nya
A : mungkin dua hari lagi bu, gak apa apa kan kalo sementara saya numpang disini
S : ya gak apa apa lah rey lagian rumah ini akan ditempati nanti setelah suami pulang dari bali, kira seminggu lagi
A : terima kasih bu

Kecantikan dan keseksian bu santi istri pak harso memang sangat mempesona. Hal itu berbanding terbalik dengan suaminya yang sudah tua, mungkin karena pak harso orang kaya jadi ia mau dijadikan istrinya. Aku yang berusaha agar tidak sange tak mampu kendalikan kontolku berontak.
la berusaha berdiri dibalik celanaku, sehingga membuat celana pendekku mengembang, hal itu diperhatikan bu santi, ternyata bu santi orangnya gak sealim dandanan nya yang memakai hijab.

S : rei kamu lihat apa sih kok sampai celanamu menyembul gitu
A : ahh, gak bu, gak lihat apa apa
S : jangan bohong deh, kamu pasti bayangin aku ya sampai kamu sange gitu??
A : eeehh, maaf bu, habis bu santi cantik dan seksi, sekali lagi maaf bu
S : masa sih rey, aku kan sudah tua
A : gak kok bu, bu santi masih terlihat seksi
S : ah kamu bisa saja kalo ngegombal
A : bener bu, saya gk ngegombal

la lalu mendekatiku dan meraba kontolku dibalik celana

S : rey, sepertinya punyamu gede, kamu mau gak puasin aku, kamu tahu kan suamiku lebih tua dariku, dan ia payah urusan ranjang
A : taaa… tapi bu??
S : kamu tenang saja rey, nanti aku akan transfer lagi, mau ya??
A : tapi bagaimana dengan pak harso tahu?
S : gimana bisa tahu, kan ia ada dibali??

Kemudian ia mengecup bibirku

S : kamu tunggu di kamar sana yang ada kasurnya ya, aku masukan mobil dulu

la berjalan keluar untuk memasukkan mobil sambil mengunci pintu pagar, aku lalu kekamar yang sepertinya akan jadi kamarnya dengan suaminya nanti, karena disana sudah ada kasur springbed yang sepertinya harganya mahal. Aku duduk bersandar diranjang, kemudian bu santi masuk sambil senyum senyum.
la membuka kerudungnya, rambut hitam yang panjangnya sebahu sangat indah, kemudian ia melepas gamisnya, dan benar payudaranya sangat besar dan putih dibungkus bra hitam berenda.
Begitu juga dengan memeknya yang menyembul dibalik cd, tubuhnya sangat mulus tanpa noda sedikitpun, benar benar stw yang terjamin ekonominya, sehingga perawatan tubuhnya terjaga.

S : kamu kaya gak pernah wanita saja rey
A : bukan gitu bu, tapi tubuh ibu gak kalah sama abg
S : bisa saja kalo ngerayu

Aku tidak sungkan lagi bicara dengannya, la kemudian melepas kaosku

S : tubuhmu bagus sekali rey, gak kalah sama anak gym di foto foto
A : ibu bisa saja

Sambil melirik kearahku ia melepas kancing celana pendekku, kuangkat pantatku agar ia mudah melepasnya. Kini aku hanya pakai cd. Terlihat jelas besarnya kontolku yang segera ingin terlepas dari sangkarnya, bu santi sepertinya tertegun melihat gundukan kontolku. Ia lalu melorotkan cd ku, dan kontolku dengan gagahnya berdiri tegak dihadapan bu santi

S : aassstaaggaaa,,!!
A : kenapa bu??
S : bee… besar sekali kontolmu rey
A : emang gak sama dengan punya suami ibu??
S : jauh… reyy… punyaaamuu… gede banget
A : cuma dilihat saja bu

Kemudian bu santi mengocok kontolku dengan tangannya yang sangat halus, aku melepas bra ya, sehingga payudaranya menggantung dengan seksi, aku juga melepas cdnya sehingga memeknya yang mulus itu terlihat ditumbuhi bulu jembut yang lebat.

” bu gak pingin pakai mulut

la lalu memasukan kontolku yang super gede kemulutnya, jelas mulutnya gak bisa menghisap kontolku semuanya, sluurrpp… slurrrr… mulutnya dengan lincah memainkan kontolku sementara tanganku meremas payudaranya yang masih sangat kencang. Diusianya yang 40 tahunan, oohh… ssshhh… enak bu… lebih dalam buuu…

la mencoba memasukkan lebih dalam lagi kontolku, aku tekan kepalanya lebih dalam dan menahannya sehingga kontolku sampai dikerongkongannya, wajahnya yang putih kini memerah dan matanya sedikit melotot. aakkhhh… aaaarggghh… ia menggelengkan kepalanya, dan aku melepasnyakannya. Haah… haahh… nafasnya sedikit tersengal, capek banget rey mulutku
Aku ajak ia posisi 69, kujilati memeknya yang wangi, kumainkan setiap lipatan daging memeknya, ssshhh… reeyyy… oooohhhh…

Sementara ia sesekali kembali memasukkan kontolku kemulutnya, klitoris nya mengeras, dengan lidahku kumainkan sehingga ia merasa kenikmatan. Oohhhh… reeeyyyy… tubuhnya mengejang.
Kudekapkan mulutku ke memeknya sambil ku tahan pantatnya, dan lidahku semakin dalam bermain di memeknya, sssshhhh… aaarrggg… reeeyyy… akuuu… keeeluuarrrrr… croootttt… croootttttt… ia mencapai klimaks, mulutku banjir cairan pejuhnya.

Aku telentangkan tubuhnya kubuka lebar lebar pahanya. Bu aku masukin ya?? pelan pelan rey, kuarahkan kontolku kelubang memeknya perlahan kudorong masuk kontolku, sshh… reeyyy… peelaaannn… aku gak mau ia merasa kesakitan karena kontolku terasa sempit dimemeknya.
Mungkin kontol suaminya gak sebesar punyaku, kudiamkan sejenak dan sesekali kudorong lebih dalam kontolku, eehmmmsss… reeyy… peelaannnn… kini hampir semua kontolku masuk semua, sekali sentakan sepenuhnya kontolku masuk. Bu tahan ya dikit lagi akan masuk semua.

Ku ambil posisi dan bleesssshhhh… aaaarrggkkkhhh… reeyyyyy… crootttt… croottt… ia kembali mendapat orgasme, tangannya menjambak springbed, air matanya sedikit keluar dimatanya, berrrhennntii… reeyyy… saaakiitttt… kusorongkan wajahku, kukecup bibirnya dan kudiamkan kontolku didalam memeknya agar ia terbiasa dengan ukuran kontolku.
Setelah ia agak tenang, perlahan aku genjot memeknya ” pelan… reyy… saakitt ” ” tenang bu nanti juga enak kok ” plookkk… plookkkk… kuayunkan kontolku keluar masuk dimemeknya. Sshhhh… aaaahhhhh… oohhhhhh… peelan reyy… enak gak bu… heemmmm… ssshhh… eeenaakkk… sedikit kupercepat ritme genjotankku, reeyyyy… aakuuuu… ssshhhhh… croootttt… croootttt… bu santi tak mampu membendung klimaksnya lagi.
Setelah kubiarkan ia menikmati orgasmenya, lalu kugenjot memeknya dengan berdiri, kugendong tubuhnya, kakinya melingkar dipinggangku dan tangannya melingkar dileherku sambil kupegang pantatnya aku genjot memeknya.

Kucium bibirnya lidah kami saling menghisap. Plokkk… plokkk… desahan persetubuhan kami menjadi musik yang sangat indah didalam kamar. Untungnya jarak antar rumah diperumahan ini disekat oleh taman yang cukup luas. Maklum perumahan yang cukup elit aahhh… ssshhh… oohhhh… reyyy…
Enak mana sama kontol suamimu?

Bu… aaarrggg… eeennakk… kamu… plokkk… plokkkk… genjotanku semakin liar sehingga membuat bu santi keenakan. Reyyyy… peelaannn… akuu… nikmati saja bu pplokkkk… plokkkk… berhentii reeyyy… aakuuu… gak kuatttt… tapi aku semakin cepat menyodok memeknya, plokkkk… plokkkk… reeyyyyyy… sserrrrrr… serrrr,… crroootttt….

la mengalami squirt, tubuhnya bergerak tak karuan sehingga tubuhku ambruk di sofa. Kontolku masih menancap dengan gagah didalam memeknya. Reeyy berhenti… sshhhhh…sakittt… tapi aku belum keluar bu, bu santi rileks saja ya, ibu nikmati setiap sodokan kontolku.
Aku ingin bu santi genjot dari atas tapi sekarang gak memungkinkan karena sepertinya ia sangat kelelahan, kulihat jam dihpku ternyata sudah sejam lebih kontolku menyodok memeknya. Aku gak ingin memaksakan nafsuku, dalam hati aku baca bacaan yang dikasih tau kayat. Plokkk… plokkkk… ssshhhh… reyyyy… aahhhhh… sudahh… saakiittt….
Tapi kontolku juga belum mau keluar padahal sudah 30 menit yang lalu aku ngebatin agar aku dapat klimaks. Aku genjot memek bu santi dengan sangat cepat. Plokkkk… plokkkk… aarrgggg… reeeeeyyyyy… serrrr… ia mendapat klimaksnya lagi tapi aku terus sodok memeknya sehingga ia mendapat orgasme beruntun.

Dan akhirnya, aaarggghhhh… aarggghhhhh…. aku mengerang saat mendapat klimaks. Croootttt… crootttt… pejuhku sangat banyak keluar didalam memek bu santi yang tak mampu menampungnya sehingga banyak yang meleleh keluar.
Bu santi hanya terpejam sambil nafasnya seperti habis lari marathon, kucabut kontolku dari memeknya sehingga membuat memeknya bolong melebar dan pejuhku yang tadi keluar sangat banyak meleleh seperti lahar gunung berapi.
Kukecup bibirnya bersamaan itu terdengar adzan magrib, kubiarkan dia dikasur hingga ia tertidur, aku lalu kekamar mandi membersihkan diri. Sudah satu jam bu santi terkapar, ia mulai membuka matanya

S : jam berapa sekarang rey??
A : jam 7 bu

Ssshhhh, kubantu ia bangkit dari tidurnya

A : ” bu santi mau lagi apa mau ke kamar mandi? ” ucapku sambil senyum
S : cukup reyy, bisa jebol memekku kalo lagi. Antar aku kekamar mandi rey.

Aku tuntun ia berjalan kekamar mandi, ia berjalan sambil memegang memeknya. Kenapa bu?? ngilu sekali rey, sambil berkaca kaca, mungkin baru pertama memek ibu dimasuki kontol segede punyaku bu. Karena kasihan aku gendong ia kekamar mandi.
Lalu aku keluar aku gak mau kontolku kembali ngaceng, bukan tak mau tapi kasihan. Setelah itu bu santi pamit untuk pulang, aku gak nyangka perantauanku mendapat kepuasan bukan hanya soal gaji tapi juga birahi.
Besok siangnya kembali bu santi datang kerumah, ia ngajak aku nginep dihotel. Aku hanya menuruti saja maunya. Karena hari itu yang jaga pos adalah paman kayat, aku minta berhenti untuk pamitan dan sedikit memberi rezeki untuknya.

Sebelum sampai hotel bu santi ngajak aku jalan jalan, makan dan tentunya membelikan aku tiket pesawat untuk besok aku kembali pulang.

S : rey hari ini kita nginep dihotel ya aku ingin berdua sama kamu sebelum kamu kembali besok
A : terserah bu santi aku nurut saja, tapi gimana dengan anak anak ibu?
S : kamu tenang saja, mereka tadi di ajak kakeknya kerumah saudaranya
A : terus pak harso gimana?
S : kamu gak perlu pikirkan dia, lagian aku kemarin sudah bilang kalo kamu sudah balik pagi ini
A : bu santi bisa saja

Akhirnya kami check in di sebuah hotel yang sangat mewah, dengan kamar sebagus ini dan pemandangannya menghadap ke pantai tentu harganya gak murah. Didalam kamar hotel kami bermesraan layaknya seorang suami istri. Bu santi sudah bisa menikmati kontolku kali ini.
la sudah tak merasa sesakit kemarin. Sudah 3 kali aku genjot memeknya dan entah berapa kali ia menggapai klimaks. Jam dinding menunjukkan pukul 03 dini hari. Kira kira satu jam setengah kami tertidur setelah persetubuhan terakhir kami. Kontolku kembali ngaceng saat memandang tubuh mulus istri orang disampingku.

Ku kecup bibirnya sehingga ia terbangun, hemmmsss… belum puas rey??? mana mungkin aku puas dengan tubuhmu yang sangat indah ini sayang, ku bopong tubuhnya, kali ini aku ingin setubuhin dia disofa yang menghadap lautan.
Kubuka pengunci sandaran sofa sehingga menjadi sebuah tempat tidur. Lidah kami saling menghisap mesra, kukenyot payudaranya yang kencang seperti bayi yang lagi menyusui, sssshhhh… hhmmm… oohhh… reeyyy… masukin… sayang… kusuruh ia nungging dan sodok memeknya dari belakang.

Plokkk… plokkk… oohhh… nikmatnya genjot istri orang sambil memandang lautan lepas dimalam hari, meski tak terlihat ombaknya tapi gemuruhnya terdengar jelas ditelinga, oohhhh… reeyyyy… enak sayang? sshhh… iaa… sayanggg… ohhhh… aku… mau…..
keluarr… sssshhh… oooohhhhh… croottt… croottt… kucabut kontolku… kusuruh ia genjot dari atas meski ia sudah lelah tapi ia gak menolak permintaanku, kubiarkan ia bergoyang naik turun.

Kulihat memeknya menganga lebar menelan kontolku keluar masuk, semakin lama ia semakin cepat mengayunkan pantatnya, serrrr…. serrr….. ia kembali klimaks tubuhnya ambruk didadaku, ssshhhh… aku sudah tak kuat lagi reyyy….. tubuhku remuk rasanya.
Aku tak pedulikan omongannya, dan dengan gaya konvensional ku hujamkan kontolku terus menerus kememeknya bahkan ia mengejang hebat dan pingsan. Tapi aku terus genjot memeknya sampai akhirnya aku juga tak mampu menahan klimaksku, tubuhku terasa remuk dan ambruk diatas tubuh bu santi sampai kontolku terlepas dari memeknya lalu aku tertidur
Matahari sudah menyinari bumi, sepertinya ini hari sudah siang, dan benar aku lihat jarum jam dinding sudah sampai di pukul 09.15, aku lalu membangunkan bu santi, ia perlahan membuka matanya sambil meringis memegang memeknya.

S : sudah siang rey??
A : sudah bu, mandi yuk??

Aku lalu membopong tubuhnya ke bathup, kami bercumbu seperti seorang kekasih, tapi bu santi gak mau aku entot katanya tubuhnya sangat capek, aku pun gak mau memaksanya. Dan aku tau kenapa ia lebih muda dari suaminya, katanya ia dijodohkan oleh orang tuanya. Tapi itu bukan masalah baginya, karena demi ekonomi keluarganya ia mau menerima permintaan orang tuanya.

S : rey, terima kasih ya, aku bisa merasakan kenikmatan yang gak pernah aku dapatkan dari suamiku
A : iya bu, aku juga sangat senang bisa mendapatkan bu santi yg cantik dan seksi

Setelah itu kami check out lalu aku diantar menuju bandara. Kami akhirnya berpisah dan saat dipesawat aku mendapat notifikasi dari banking ku, dan bu santi mentransfer uang yang cukup banyak bahkan hampir 5 kali dari gajiku ngecat rumahnya.

A : banyak sekali ini bu
S : itu lebih kecil dari pada kepuasan yang kamu berikan
A : terima kasih

Pesawat mulai mengudara meninggalkan pulau xxx, dan saking capeknya aku tertidur dan baru bangun saat pesawat hampir sampai dikotaku. Akhirnya aku kembali kedaerahku membawa kenangan yang sangat indah dengan istri orang.
Sebulan setelah aku ngentot dengan bu santi, hari hariku berjalan normal seperti biasa, bekerja diproyek kadang sepi kadang ramai, ya begitulah nasib orang kecil.
Untung hasil kerja diluar pulau kemarin hasilnya lumayan plus uang tambahan dari bu santi lumayan banyak jadi bisa buat buka usaha toko kecil kecilan yang dikelola oleh ibuku daripada ia capek capek sebagai buruh tani yang penghasilannya tak seberapa. Sedangkan sudah dua minggu ini aku nganggur karena gak ada kerjaan.
Ketika lagi santai tiba tiba hp ku berdering, dan itu dari pemborong atau juraganku.

J : rey kamu nganggur apa kerja?
A : nganggur nih bos, gimana ada kerjaan gak??
J : ada, tapi dikabupaten sebelah, mau gak??
A : ya sudah deh, daripada nganggur, ngecat atau pasang plafon??
J : bukan tapi bikinin dapur, rumahnya belum ada dapurnya, kan kamu bisa juga kan pasang bata
A : oh jadi belum ada ruangannya
J : ia, bikin ruangan baru buat dapur, dibelakang rumahnya, cepat kok pakai bata ringan
A : ya sudah deh, kapan mulai??
J : besok, kamu ketemu datang kerumahnya, harganya aku sudah deal, kamu borong saja, aku minta 10% saja dari harga
A : loh bos gak ngawasi di situ??
J : gak rey, kerjaan ku masih banyak yang belum selesai, apalagi nih para pekerja baru kalo gak diawasi suka teledor kerjaannya
A : ok bos, kirim saja no telepon dan alamatnya, harganya bagus kan bos, kalo gak bisa rugi aku
J : kamu kayak gak tau aku saja, aku lebihin kok harganya
A : ok lah klo gitu

Esok hari aku berangkat ke alamat yang dikasih juraganku. Meski beda kabupaten tapi jaraknya gak terlalu jauh, ya kira kira sejam dari rumah. Enak sekali perjalanan kali ini karena bisa menikmati pemandangan sawah yang hijau dan sejuknya hawa pegunungan.
Hal ini karena kabupaten X daerahnya pegunungan yang sebelah selatan. Akhirnya aku sampai dilokasi, sebuah perumahan yang gak terlalu besar tapi sangat asri. Memang kebanyakan juraganku dapat kerjaannya di area perumahan. Aku lalu ke pos jaga dan bertanya alamat yang diberikan juraganku
Ku pencet bel rumah, selang beberapa waktu kemudian keluarlah wanita stw yang kira kira usianya 48 tahun, ternyata ia tahu namaku, mungkin juraganku yang sudah kasih tahu.

M : mas rey yang mau bikin dapur rumah ya??
A : ia bu (sambil berjabat tangan)
M : nama saya mila, mari saya tunjukan lokasinya

Pantat bu mila sangat semok, setiap mata yang melihatnya pasti akan menelan ludah. Ia lalu memberitahu lahan belakang rumahnya yang mau dibikin dapur, ia juga memberitahu gambar desainnya

M : oh ya mas, dahulukan tembok pagar nya saja mas, tinggikan sekitar 1 meter lagi
A : tapi bu
M : ia, saya lupa kemarin bilang sama bos kamu, kalo sekalian tinggikan tembok belakang, tenang nanti mas hitung saja berapa biayanya
A : baik bu klo gitu
M : oh ya mas rey
A : panggil rey saja bu
M : baik lah klo gitu, saya mau berangkat kerja dulu rey, kalo kamu haus ambil sendiri saja rey dikulkas dan kalau lapar kamu makan saja tuh dimeja makan atau kamu buat mie, tuh diatas kulkas sudah saya sediain, anggap            saja rumahmu sendiri
A : ia bu terima kasih

Bu mila lalu pergi kerja, dari seragamnya sepertinya ia seorang guru. Aku langsung mengerjakan pekerjaanku, beruntung bagiku karena semua bahannya sudah ada dibelakang rumah. Seminggu sudah aku kerja dirumah bu mila, Meski harus menahan nafsu tapi aku gak mau berbuat bodoh. Setiap hari aku selalu pulang meski badan terasa sangat capek tapi lebih capek lagi kalo gak kerja. Hari itu cuaca sangat mendung, kupercepat memasang atap yang terbuat dari pvc, dan beberapa menit setelah selesai hujan turun sangat deras.

 

PORTAL DEWASA

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *