Surga Gangbang Temen Sendiri

Surga Gangbang Temen Sendiri

Surga Gangbang Temen Sendiri

PORTAL DEWASA | Seorang gadis cantik sedang curhat pada seorang temannya di sebuah café di kota Jakarta. Tubuhnya putih mulus, ramping dengan body bertipe slim, rambutnya berwarna kecoklatan-coklatan

senyumannya sangat menggoda dan dapat membuat terbang hati para laki-laki yang menatapnya.

Berkali-kali hisapan dan gigitan lembut datang silih berganti, tangan si negro berkali-kali meremas-remas induk buah dada gadis itu

sampai-sampai dada gadis itu berwarna kemerahan dengan beberapa bekas hisapan-hisapan kuat. Mulut si negro mengecup-ngecup semakin kebawah, keperut dan kini wajah si negro berhadapan dengan permukaan vagina Cantika.

“Cuppp… Cuppppp…., Nice Vagina… Ha Ha Ha” si negro tertawa gembira sambil beberapa kali mengecupi permukaan vagina Cantika. Hidung Ben mengendus-ngendus

lidahnya terjulur menjilati permukaan bibir vagina gadis itu, sesekali dilumatnya bibir vagina itu yang mengeluarkan wangi harum yang sangat khas.

“Let’s see…, “

setelah mengganjal pinggul Cantika dengan sebuah bantal, Ben menekan pinggiran bibir vagina gadis itu, lidah ben menjilati sela-sela vagina Cantika yang mulai merekah dengan indah..

BACA JUGA :

Daya Pikat Ibu Arwinda
“Dammmmm !!, I love it !! ” Ben melahap vagina Cantika dengan rakus, Cantika semakin mengangkangkan kedua kakinya melebar, matanya terpejam-pejam rapat.

“Acccchhh… Ouhhhh…. Bennn… Akkkkkkhhhhh…”

Cantika merengek-rengek keenakan ketika lidah si negro melingkari klitorisnya, sesekali tubuh Cantika melenting keatas ketika mulut si negro mengemut lubang vaginanya.

Cantika mengangkat pinggulnya keatas, kedua tangannya yang mungil semakin kuat menekan kepala si negro, Cantika menjerit-jerit semakin liar

“Ahhhhh…, Bennnnn, hisappppp Bennnn…. terussssssshhhh” butiran-butiran keringat mulai membasahi tubuh Cantika Ramadhani yang halus dan mulus.

“Ahhhh…, Ouhhhhhh, Auhhhhhh…. Crttttt…. Crrrrrrtttt… Crrrtttt” nafas Cantika Ramadhani tersendat-sendat, tangannya mengusap-ngusap kepala Ben yang botak mirip telur raksasa berwarna hitam legam.

Lidah si negro menjilati cairan-cairan gurih yang meleleh dari sela-sela bibir vagina Cantika sampai kering. Tangannya mengangkangkan kaki Cantika melebar kemudian ia menggeser posisi tubuhnya agar berada ditengah-tengah diantara kedua kaki Cantika yang mulus.

Beberapa kali ia memukul-mukulkan batang kemaluannya pada permukaan vagina Cantika, entahlah apa maksudnya dengan memukul-mukulkan batang penisnya. Ben kini menggenggam batang penisnya kemudian mulai menggesek-gesekan kepalanya pada bibir vagina Cantika yang sudah merekah dengan pasrah siap untuk diperawani oleh Ben.

Batang kemaluan si negro mulai melakukan gerakan menekan. Gerakan pinggul Cantika membuat kepala penis si negro terpeleset menggesek keatas dan membentur klitoris gadis itu.

“Hennnhhh… Aaaaa….” Cantika memejamkan matanya rapat-rapat ketika kepala penis Ben yang berukuran besar mulai mendongkrak sela-sela vaginanya.

“Ouhhhhhh……. Ohhhhhhhh”

Cantika Ramadhani mengeluh panjang ketika merasakan sentakan-sentakan kepala penis si negro yang mulai kasar melakukan penerobosan

memasuki lubang naginanya yang masih kesulitan menerima penis berukuran raksasa milik pria negro yang tengah menindih tubuh gadis itu.

“Haa Akkhhhhhhh…..” mata Cantika melotot ketika merasakan satu tusukan yang kuat dan kasar membuahkan rasa perih dan nyeri diselangkangannya. Jeritan Cantika kembali terdengar ketika si negro dengan semakin kasar menjejal-jejalkan kemaluannya

Tangan Cantika berpegangan pada pinggang si negro yang tengah asik menindih tubuh mungil gadis itu

pinggul si negro tampak asik berkutat berkali-kali dalam gerakan menekan

tubuh Cantika Ramadhani yang putih mulus tampak kontras dengan tubuh besarnya yang besar dan hitam.

“Ahhh.. Ahhhh… Bennn…, sakittt… benn sakittt” Cantika menjerit setinggi langit

rasa sakit dan perih semakin hebat mendera selangkangannya ketika Ben mulai menarik dan menusukkan kemaluannya dengan kuat dan kasar.

“Dammm, I don’t believe it…!! You are a virgin.., ” Ben terkejut , ia pikir Cantika sudah tidak perawan lagi.

“Whoaaaa, lucky me… Ehe he he he he”

Ben terkekeh-kekeh sambil terus memacu batang kemaluannya menggasak lubang vagina Cantika Ramadhani yang peret dan sempit.

“Essshhhh… Oooo…. Benn.. Pelannnhhh… Awwww…..” Cantika menggeliat-geliat kesakitan

“Stop it !! Bennn Stoppp Ittt!!! Whaaaww!!” tubuh Cantika terguncang-guncang dengan hebat seirama dengan sodokan-sodokan ben ang semakin liar,

Gadis itu berusaha menggeliatkan dirinya keluar dari himpitan Ben.

“Take thiss you bitch!!! Yeahhh”

Tangan Ben mencengkram bahu Cantika sehingga gerakan Cantika terbatasi dan si negro semakin kuat dan kasar mengocok-ngocok lubang vaginanya,

Ada bercak-becak merah yang terpecik ketika kemaluan hitam itu menghantam lubang vaginanya dengan keras.

“Achh… Ahhhh Aaaa Crrrtttt… Crrrrttttt….” Cantika mengejang , gadis itu menelan ludah merasakan kenikmatan yang menyembur dari lubang vaginanya yang baru diperawani oleh si negro.

“Do yo like it ehhhh ? ” si negro bertanya dengan nada mengejek, Ben mengangkangi wajah Cantika,

Tangannya sedikit menjambak rambut Cantika sambil menggesek-gesekkan kepala penisnya ke bibir dan ke pipi gadis itu.

“Nowww…open your mouth….” Ben memerintahkan Cantika Ramadhani agar membuka mulutnya.

“Open it bitch….!!and suck it!!” Ben membentak kemudian dengan kasar dan menjejalkan kepala penisnya ke mulut gadis itu.

“Hoommmmmhh, Ummmmmmmhhh… Mmmmmmmm” suara mulut Cantika yang sedang mengulum penis si negro.

“Herrrmmmmmmhhh……” mata Cantika tiba-tiba mendelik ketika si negro dengan kasar menusukkan penisnya semakin dalam dalam mulut gadis itu.

Kepala penis itu menyumpal kerongkongan Cantika sampai gadis itu kesulitan mengambil nafas. Cantika Ramadhani meronta dengan kuat sampai akhirnya si negro merasa kasihan dan menarik penisnya dari mulut gadis itu.

“Jangannnhh Bennn…..!!”

telapak tangan Cantika menghalangi kepala Penis Ben dengan telapak tangannya ketika kemaluan hitam itu kembali tersodor untuk mulut gadis itu

Cantika Ramadhani memohon-mohon agar Ben tidak melanjutkan keinginannya untuk mendeepthroat mulutnya.

“Well, It depend !! how good you.re..!?” Ben berdiri kemudian duduk mengangkang di atas kursi sofa.

Cantika Ramadhani merangkak di antara selangkangan si negro

mulut gadis itu terbuka lebar dan menciumi biji kemaluan si negro yang bergelayutan di selangkangannya.

Si negro menengokkan kepalanya kebawah, tangannya membelai-belai rambut Cantika Ramadhani yang acak-acakkan, disibakkannya rabut gadis itu kebelakang

Bibirnya tersenyum memandangi Cantika yang tengah melakukan jilatan dan ciuman-ciuman lembut pada biji kemaluannya. Ia menggenggam kemaluannya kemudian menyodorkan kepala penisnya kearah mulut Cantika, gadis itu membuka mulutnya dan

“Hmmmfffh…, mmmmmhhhh…, Hmmmmmmm, Mmmmmmmhhh”

Tangannya mendekap kepala gadis itu disisi kiri dan kanan, kemudian Ben memaju mundurkan kepala Cantika.

“Yesss, That’s It.. Ouhhhh Yeahhhh…, suck it bitch, damm you!! Harder bitchhh!!! ” Ben kini bersandar ke belakang, kedua kakinya semakin lebar mengangkang.

Cantika tampak semakin rakus menghisapi dan menjilati batang kemaluan Ben, negro berkepala botak itu. “Slllcckkkkk…, slllllcccckkkkk… Cupkkhh.. cupkkhh….”

“Nowww…, He he he”

Ben meraih tubuh Cantika dan menarik agar gadis itu mengangkangi kemaluannya dalam posisi saling berhadapan

kemudian tangan Ben menekan bokong gadis itu agar turun dan perlahan-lahan kemaluan Ben menggeliat-geliat sedikit demi sedikit memasuki sela-sela vagina Cantika Ramadhani.

“Uhhhhhhhhhhhhhhhh….” Cantika Ramadhani melenguh panjang ketika kemaluan Si Negro perlahan-lahan menyesaki selangkangannya.

Kedua tangan Ben melingkar dan mendekap pinggang gadis itu, sementara mulutnya mengejar puting Cantika Ramadhani kemudian sambil menyentakkan kemaluannya keatas. Ben menggigit puncak payudara Cantika sampai gadis itu menjerit keras,

jeritan gadis itu seolah-olah menjadi pemacu agar Ben segera menghujam-hujamkan kemaluannya keatas.

“Ahhh.. Aaaaa” Cantika menjerit-jerit ketika Ben menyodok-nyodokan penisnya dengan kasar, mulut si negro melahap bulatan buah dada Cantika yang ranum. Biarpun buah dada gadis itu tidak besar namun tampak proporsional dan indah menggantung di dada gadis itu.

“Owwww… Crrrtttt… Crrrttttt……”

tangan Cantika mencengkram bahu Ben kuat-kuat ketika merasakan semburan kenikmatan diselangkangannya,

belum juga Cantika sempat mengambil nafas, Ben mendekap bokong gadis itu dan berdiri

“Auuhcccchhhhh…..”

Cantika memeluk erat-erat leher Ben karena takut terjatuh, posisi itu membuat rasa tidak nyaman , was-was dan kwatir,namun selain itu ada rasa nikmat yang semakin membuat jantung Cantika berdetak dengan lebih kencang.

“Ahhhhhh, Bennnn hati-hati, ohhhh Shhhhh Shhhh” tubuh Cantika terayun-ayun mengikuti irama sodokan si negro.

Ben hanya tersenyum sinis ketika Cantika menjerit semakin keras

tubuh gadis itu semakin basah, keringat bercucuran dengan deras dari tubuh mulus gadis itu dan menetes-netes keatas lantai. Si negro menunggingkan tubuh Cantika diatas lantai di dekat jendela

“Tidakkk…jangannnn Bennnn !! Nooooo…” Cantika menolak ketika si negro hendak menyodominya.

“Shuuuutttt… Upppp!!! Sret….!!” tangan si negro menyobek kain gorden dan kemudian mengikat kuat-kuat tangan Cantika kebelakang.

“Arrrrhhhhhhh….!! Sakitttt Bennnnnn!!! Sakitttt sekaliiiii….” Cantika menjerit-jerit ketika dengan kasar kepala penis si negro mulai memasuki lubang anusnya. Cantika menangis merasakan rasa panas dan nyeri di lubang anusnya,

“Ahhhhhhh..!!! ” Cantika menjerit keras ketika si negro menjebloskan penisnya sekaligus kedalam lubang anus gadis itu.

Ben mulai memacu penisnya keluar masuk menggasak lubang dubur Cantika

sementara Cantika menjerit-jerit sambil menangis memohon agar Ben menghentikan kompaan ke lubang anusnya yang semakin kasar dan kuat sehingga gadis itu tersentak-sentak maju kedepan.

“Croooootttt…Keccrrrotttttt…….” gerakan si negro tiba-tiba berhenti tangannya meremas – remas pinggul Cantika. Batang penisnya yang panjang masih tertancap di lubang anus gadis itu.

Untuk sesaat Cantika merasa lega karena gerakan-gerakan si negro yang kasar berhenti, namun Cantika mulai kembali resah ketika merasakan sesuatu mulai kembali membesar di dalam lubang anusnya.

“Bennnnn, Please Bennnnnn!! Slowlyyyy… I Beg Youu… Hkkk Hkkk” Cantika tampak cemas ketika Ben mulai kembali melakukan gerakan memompa, gadis itu mulai terisak-isak menangis ketakutan.

Tanpa melepaskan cengkramannya Ben menjatuhkan dirinya kebelakang.

tubuh Cantika ikut terbetot dan kini gadis itu menduduki penis si negro yang tampak melengkung ketika akan masuk semakin dalam.

“Slowly…? Like thiss memmmm?” si negro bertanya sambil meremas-remas buah dada Cantika dengan lembut, Cantika terdiam.

“Heeeyyyy!! I’m Asking !!” Ben tampak tersinggung sambil meremas kuat-kuat buah dada Cantika sebelah kiri.

“Yesss Bennn, Yesssss…..” Cantika segera menjawab untuk menenangkan emosi Ben.

Si negro berbisik lembut menyuruh agar Cantika segera melakukan tugasnya.

Cantika mengangguk kemudian Cantika mulai belajar untuk menaik turunkan pinggulnya, sesekali gadis itu meringis merasakan rasa ngilu di lingkaran duburnya.

“Good Girl, Gooooddd Girl…”

Tangan si negro mencengkram pinggul gadis itu dan membantunya agar Cantika tidak terlalu capai ketika menaik turunkan pinggulnya.

Tubuh Cantika menggeliat kekiri dan kekanan ketika perlahan-lahan penis si negro menyodominya,

Cantika Merintih-rintih dalam keadaan duduk mengangkang diatas tubuh besar dan hitam yang tersenyum-senyum keenakan. Tangan Ben menjambak rambut Cantika ke belakang sambil memacu penisnya dengan lembut.

“Yesss , That’s it roll it, Up and Down, Perfect!!”

Si negro mengajari Cantika agar menaik turunkan pinggulnya dengan sebuah kombinasi menggerakkan pinggulnya dalam gerakan memutar.

sesekali tangan si negro memukul pinggul Cantika Ramadhani agar gadis itu lebih giat lagi mengerjakan tugasnya.

****************************

Keesokan paginya

“Hahhhhh….”

Cantika tiba-tiba terbangun, gadis itu merasakan sakit disekujur tubuhnya, pegal, dan rasa pedih di selangkangan dan juga di lubang anusnya, seorang pria negro membelai rambutnya kemudian mengecup keningnya.

Di pagi hari itu si negro kembali melahap gadis itu kembali sampai Cantika terengah-engah kehabisan nafas.

Ben mengecupi bibir Cantika, tubuh keduanya sudah basah kuyup bercucuran keringat. Sinar matahari bersinar dengan terik.

Seorang pria negro menuntun seorang gadis berkulit putih, mulus, berwajah cantik.

Cantika tertunduk lesu, tubuh gadis itu kadang-kadang tertarik oleh tubuh besar yang menuntunnya entah kemana. Si negro berhenti di depan sebuah rumah besar yang tidak terawatt penuh dengan coretan-coretan disana sini.

“klikk…” Ben membuka pintu rumah itu dan menarik Cantika masuk kedalam

“Blammmm..!!” Pintu rumah itu terbanting dengan kasar.

Beberapa orang pria negro segera menghampiri Ben dan Cantika

“I love you baby…”

Seorang diantara mereka meremas buah pantat Cantika, gadis itu menepiskan tangan si negro yang kurang ajar,

Cantika membalikkan tubuh hendak mendamprat orang itu namun dirinya tertarik dengan keras oleh Ben.

Ben hanya tersenyum kemudian kembali menarik Cantika kelantai atas, sayup-sayup terdengar suara teriakan memaki.

” Klikkkk….” Ben membuka pintu kamar itu, suara makian terdengar semakin keras.

“ahhhh…”

Cantika terkejut setengah mati, melihat didalam kamar itu ada beberapa orang Pria Negro dengan kemaluannya yang mengacung keras, bahkan beberapa kemaluan yang hitam legam itu jauh lebih besar dari milik Ben.

Baca Juga : Kasih Sayang Ibu

****************************

Sementara di atas ranjang, Alex tengah meronta-ronta, kedua tangannya terikat keatas, disebelah kanan dan kirinya tampak………!!!!

( Red: Whaduhhhhh..!! Salahhhhh….!! Pasti Para Mupenger’s Pada Ngeri deh , kalo Alex yang terikat mah…… he he he ^^ )

Sementara di atas ranjang seorang gadis tengah meronta-ronta

kedua tangannya terikat keatas, disebelah kanan dan kirinya tampak Vania Estelle dan Lisa tengah asik mengelus-ngelus buah dada Nikita Willy.

“Keparat… Lepaskan…!!! Vania…!! ChaCha !! brengsek kalian…” Nikita Willy berteriak-teriak, memaki dan mendamprat Chacha dan Vania Estelle.

“Ehhh… Vania…, susunya loe nggak apa- apa kan?”

tanya Chacha Pada Vania sambil mencubiti putting susu Nikita, sampai Nikita Willy meringis kesakitan.

“Maksud loe, nggak apa – apa gimana ?” Vania Estelle balik bertanya sambil membelai rambut Chacha.

“Yaaaaa, waktu dicomot orang itu dijalan,… ha ha ha… Cuphh”

Lisa tertawa lepas sambil mencium bibir Vania Estelle.

“Sialan Loe Cha”

Gue jadi inget lagi kejadian itu… sebel banget deh sama orang negro kemaren itu …., yang rada-rada sangar itu loh.” Vania Estelle mengumpat kemudian ikut tertawa cekikikan.

“Ya…, maksud gua sihhh , kalo mau pegang jangan cuma sebelah dongg !!

Kan Jadi berat sebelah, gimana gitu rasanya…..

sekalian dua-duanya, coba kalo susu gue dua-duanya yang dipegang pasti deh gue nggak akan marah! Paling cuma gua gampar!!!! ” Kata Vania kemudian ia mengulum bibir Chacha tanpa mempedulikan Nikita Willy yang masih berteriak-teriak sambil meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya.

“Udah.., lagian salah loe juga kan pake kaos bertulisan U Can’T Touch ”

“Yeee, Salah dimananya, jelas-jelas nggak boleh dipegang…”

“Yaa, tapikan hurup T nya ketutupan lelehan ice cream… Ha Ha HA HA” Lisa tertawa nggakak, Vania Estelle cuma tersenyum pahit…..

“Ehhhhhhmm…. Vaniaee Hemmmmh Cupphhh” Lisa mengigit kecil bibir Vania kemudian bibirnya menciumi lembut bahunya.

“Chacha…. Shhhhh Arrhhhhhhhhhh” Vania semakin liar menjerit-jerit ketika Lisa menciumi lehernya.

“Plakkkkk..!! ” tiba – tiba Vania Estelle menampar mulut Nikita.

“Berisik amat sih loee, ngeganggu gua ama Chacha tau !!” Vania Estelle tampak berang.

“Sabar Vaniaiiii…, Nikita belon tau enaknya bercinta, ketimbang dihajar, lebih baik dia diajarin He he he….” Chacha membelai-belai pinggul Vania Estelle.

Kini Vania menggeser tubuhnya menindih tubuh Nikita

kemudian Vania menggesek-gesekkan buah dadanya pada buah dada Nikita, sesekali Vania menekan-nekan dadanya yang membuntal padat menekan buah dada Nikita Willy.

“Brengsekkk…, dasarrrr binal..!! Keparammmmmhhh Emmmmmhh…”Umpatan Nikita terputus ketika Lisa menjambak rambut gadis itu sambil mengulum bibirnya.

“Heemmmm, Hemmm, Emmmm” Suara mulut Nikita yang sedang dilumat – lumat oleh Lisa.

Sementara Vania semakin bernafsu menggesek-gesekan buah dadanya pada buah dada Nikita. Vania menciumi bulatan dada Nikita, ciumannya semakin turun kebawah dan…..

“Emmmmmhhhhh”

Nikita mengejang ketika merasakan lidah Vania menjilati permukaan vaginanya, lidah Vania tampak begitu professional menyentil-nyentil klitoris Nikita Willy,

Sesekali lidahnya bergerak dalam gerakan memutar mengitari klitoris Nikita yang semakin mengkilap dengan indah.

satu gigitan lembut kadang-kadang mampir di klitoris Nikita sampai gadis itu tersentak keenakan.

Sementara Chacha melepaskan kulumannya pada bibir Nikita, dengan lembut Chacha membelai rambut Nikita, sesekali dikecupnya kening gadis itu.

suara makian tidak terdengar lagi dari bibir Nikita, mata Nikita tampak sayu menatap Chacha yang tersenyum memandanginya sambil mempermainkan dan meremasi buah dada gadis itu,

tangan Lisa mengelusi buah dada Nikita dengan lembut.

kemudian ditarik-tariknya putting Susu Nikita dengan agak kuat sampai Sandra meringis – ringis.

“Ahhhhhhh…..,” mulut Nikita terbuka lebar, tubuhnya tampak bergetar dengan hebat “Crrrtttttttttt… Crrrtttttttttttttt” kemudian gadis itu terhempas tanpa daya.

Jempol Vania Estelle mengurut-ngurut klitoris Nikita dengan lembut, kadang-kadang dengan gerakan mengucek-ngucek kasar, sampai tubuh Nikita menggeliat-geliat sambil menjepitkan kedua pahanya rapat-rapat.

Vania Estelle tidak kehilangan akal ia menggigit paha Nikita sampai ia menjerit kesakitan sambil mengangkangkan kedua pahanya berusaha menghindari gigitan Vania Estelle.

Nikita mencoba menahan kedua pahanya dalam posisi mengangkang ketika jari tengah Vania Estelle bergerak teratur dalam gerakan mengesek-gesek belahan di selangkangan gadis itu, Nikita mengigit bibirnya agar dapat menahan rintihan yang hampir keluar dari bibirnya.

“Hemmmm…, he he he…, enakkkk ?”

Chacha terkekeh ia bertanya sambil mengecup bibir Nikita, Nikita mengangguk perlahan, tubuhnya tampak pasrah seolah-olah sedang menanti permainan selanjutnya.

“Ha Ha Ha.. Ayolah Nikita…, nggak usah tegang gito koq, rileks ajaa..”

Lisa membelai-belai sambil menyibakkan rambut Nikita yang acak-acakan menutupi wajah gadis itu.

kemudian ia merundukkan kepalanya menciumi ketiak Nikita dengan lembut, sesekali lidahnya bergerak seperti sedang mengulas-ngulas sambil dilanjutkan dengan mengigit ketiak gadis itu.

Jari tangan Lisa menjepit putting Susu Nikita Willy kemudian memilin-milin puting Susu gadis itu.

“Ohhhhhh… Chachaaaaaa…., Vania….. Ennnnnhhhhh”

Nikita Willy memejamkan matanya rapat-rapat, jantung Nikita Willy berdetak dengan irama yang tidak beraturan air keringat sudah sedari tadi mengucur membasahi tubuhnya yang mulus..

Vania Estelle menjentikkan jarinya kearah tiga orang pria negro yang sudah sedari tadi menunggu untuk segera memulai aksi mereka. Tiga pria negro naik ke atas ranjang, yang dua menarik pinggul Chacha dan Vania Estelle agar sedikit menungging sedangkan yang satu menggesek-gesekkan kepala penisnya pada bibir vagina Nikita.

“Nggakkk… Nggakkkk mauuuu!! Ahhhhh…. Jangannnn Vania!!!!… Chacha !!! Gue nggak mauuu !!!”

Nikita tampak panik ketika tangan Chacha dan Vania menarik dan merentangkan kedua kaki Nikita keatas, keduanya hanya saling berpandangan dan tersenyum kecil.

Tubuh Nikita tampak kejang menahan tekanan kepala kemaluan si negro yang terus menekan berusaha memasuki lubang vaginanya, si negro terus berkutat untuk melakukan penetrasi pada belahan vagina Nikita Willy.

“Ennnnnhhhhh………!! Jangan, aaaahhh !!”

Nikita mengerang keras ketika penis si negro yang hitam dan besar menekan semakin dalam, kepala penis yang besar itu tampak kesulitan ketika ingin memasuki sela-sela vagina diselangkangan Nikita yang bentuknya seperti sebuah cincin yang elastis. Tubuh Nikita kejang – kejang ketika merasakan vaginanya seperti melar dan sesak, disumpal oleh kepala penis si negro yang besar.

“Awwwww…….!! ”

Nikita menjerit keras ketika satu sodokan yang kuat merojok lubang vaginanya, ada sesuatu yang terobek-robek ketika kepala penis si negro menusuk semakin dalam.

Bersamaan dengan itu terdengar rintihan keras dari mulut Lisa dan Vania ketika lubang vagina mereka juga disodok oleh dua orang pria negro.

selanjutnya mereka tersentak-sentak oleh penis hitam yang besar dan panjang yang terbenam dalam kemaluan mereka yang sempit dan peret.

Tubuh Nikita Willy terguncang-guncang dengan hebat di atas ranjang, berkali-kali mulutnya mengerang kesakitan ketika si negro memompai lubang vaginanya. Nikita mengerang-ngerang ketika si negro melakukan penetrasi yang dalam dan kuat, batang penis itu bergerak keluar masuk. Penis yang panjang dan hitam itu menekan dan terbenam dalam-dalam. Nikita mendesah-desah setiap kali batang penis itu merojoki lubang vaginanya dengan kuat dan kasar.

“Deep and Hard Baby.., he he he” mulut si negro menceracau

Ia tidak mempedulikan Nikita yang kewalahan menerima genjotan penis besar itu di lubang vaginanya, nafas nikita tersendat-sendat setiap kali penis besar itu menekan kasar.

“Ahhhhhhhhhh….! ”

Nikita menjerit keras-keras ketika batang penis si negro mengaduki lubang vaginanya, ia ingin mencabut penis si negro yang tertancap di lubang vaginanya kemudian melarikan diri dari atas ranjang itu namun tenaganya hilang entah kemana, jangankan untuk berlari untuk menggerakkan tangan saja rasanya berat sekali.

Lisa dan Vania Estelle saling berpandangan sebelum sama-sama memperhatikan buah dada Nikita Willy yang terguncang-gucang. Buah dada yang ranum itu menjadi mainan bagi Lisa dan Vania.

sesekali Chacha dan Vania bergantian menggigit-gigit kecil puting susu Nikita Willy sampai pemiliknya menjerit antara sakit dan nikmat, mulut Lisa dan Vania agak meruncing ketika menghisap kuat-kuat puncak payudara Nikita.

“Ahhhhhhhhhhh…. Crrrrrrrrtttt…. Crut”

Nikita menahan nafas, tubuhnya mengejang merasakan nikmatnya rasa klimaks, Lisa dan Vania mengelus-ngelus rambut Nikita, Chacha melepaskan ikatan di tangan Nikita, Vania tersenyum sambil terus disetubuhi oleh tiga orang negro bertubuh besar, ketiga artis muda itu berciuman satu sama lain

“Aduh, Chaaa…, memek gue…. ”

Vania meringis ketika merasakan sodokan kasar dilubang vaginanya, isi vaginanya terasa terbetot ketika penis itu ditarik dan dijejalkan kembali kedepan ketika si negro membetot dan menghujamkan penisnya kuat-kuat.

“Aduh.., Aduhhhh, Vaniaee, mampus gue dahhhhh…., AWWWWWWW!!” Lisa mengerang kuat ketika si negro menggerakan penisnya semakin cepat.

Mata Lisa medelik-delik, mulutnya ternganga-nganga tanpa dapat berkata-kata, hanya erangan dan ringisan yang dapat keluar dari mulutnya.

“Arhhhh…, Jangan, Tolonggggg,,,!! Owwwwwwwww……!!!”

Jeritan Nikita terdengar keras, lubang vaginanya terasa dirobek-robek dan ditumbuk hingga hancur oleh batang penis yang hitam, besar dan panjang, yang semakin keras menghantam lubang vaginanya.

“They’re good ehhhh?”

“Yeahhhh…, I like Asian girl”

“Smooth skin, cute face, hot &sexy, ”

“and don’t you dare to forget their tight little vagina He he he”

Ketiga pria negro itu berbincang-bincang sambil terus mengayunkan kemaluan mereka tanpa mempedulikan Nikita ,

Lisa dan Vania Estelle yang kewalahan menghadapi penis mereka yang besar, hitam dan panjang.

“Chacha…, My Girl !! Come here….!!”

Ben berteriak memanggil Lisa yang masih sibuk melayani nafsu seorang pria negro berambut poni, Lisa menggeliat tubuhnya berusaha melepaskan dirinya dari dekapan tangan si negro kemudian menghampiri Ben.

“Do You Know Her ? ” Ben bertanya pada Lisa

Lisa tersenyum nakal dan mengangguk

“Ok, teach her how to play….”

“Sini Cantika, gue ajarin…., loe pasti ketagihan” Lisa menelanjangi Cantika Ramadhani dengan dibantu oleh Ben.

“Nggak mau Cha…! gue wanita normal…!!” Cantika membentak sambil memalingkan wajahnya ketika Lisa hendak mengulum bibirnya.

“Gue tau loe normal Cantika, tapi gue juga normal koq…”

Lisa tersenyum nakal sambil memeluk pinggang Cantika, Cantika Ramadhani meronta-ronta, tanpa disengaja buah dada Cantika Ramadhani yang terus bergesekan dengan buah dada Lisa membuat percikan-percikan api birahi yang semakin lama semakin berkobar-kobar dengan dahsyat.

“Ohhhhhhhhhhhhh…….”

Cantika Ramadhani hanya dapat mendesah panjang ketika tangan Lisa meremas buah pantatnya dengan lembut, Chacha terenyum ia tahu kalau Cantika sudah mulai terrangsang..

“Julurin lidah loe Cantika….” Lisa mendesah sambil mengecup bibir Cantika Ramadhani, Cantika menelan ludahnya berkali-kali sebelum mulutnya terbuka dan menjulurkan lidahnya keluar. TelahDewasa.com

Lidah Lisa mengait lidah Cantika kemudian menghisapi lidah Cantika yang terjulur keluar. Si negro berambut poni menghampiri tempat pertarungan, ia mengambil posisi dibelakang tubuh Cantika Ramadhani.

sementara Ben mengambil posisi dibelakang tubuh Lisa, tanpa disuruh Lisa agak menunggingkan bokongnya kebelakang sambil merentangkan kedua kakinya melebar, Lisa agak meringis ketika Ben menyodok lubang anusnya dengan kasar.

“Uchhh…, Bennnnn, It’s hurt,…., Please, Ben Pleaseeee” tubuh Lisa menggigil menahan rasa sakit dilubang Anusnya yang sedang dirojoki dengan kasar.

“Slowly Ben Slowlyyy, Pleaseee, Oahhh!! ” Lisa memohon agar Ben menyodominya dengan perlahan-lahan. Lisa melolong keras karena Ben malah semakin kasar dan kuat menyodomi lubang anus artis muda yang cantik itu. Ben memacu seluruh tenaganya dan dilampiaskannya nafsu bejatnya pada tubuh Lisa yang terguncang dengan hebat, butir keringat bercucuran membasahi tubuh Lisa.

“Esshhhhh, ” Lisa mendesah kecil ketika irama penis Ben bergerak melambat dan bertambah lambat, penis yang hitam dan panjang itu tampak begitu mesra merojoki lubang anusnya.

Si negro berambut poni menepuk-nepuk pinggul Cantika, Cantika Hanya menoleh kebelakang, ia tidak mengerti apa maksud si negro berambut poni.

“Nungging dikit Cantika…, terus buka kaki loe lebar-lebar…” Lisa mendesah sambil berbisik ditelinga Cantika Ramadhani, Cantika mengikuti bisikan marshanda ditelinganya.

“Ahhhhh……!! ”

Cantika menjerit keras ketika si negro berambut poni dengan kasar menjebloskan penisnya dengan kasar memasuki vaginanya yang seret dan peret, Lisa dengan sigap memeluk erat-erat tubuh Cantika Ramadhani ketika gadis itu hendak berontak

Bibir Lisa berkali-kali mengecupi bibir Cantika Ramadhani, lidah Lisa terjulur keluar menjilati dagu dan bibir Cantika.

Selanjutnya terdengar suara desahan dan pekikan kenikmatan dari bibir Cantika Ramadhani dan Lisa, tubuh mereka terdorong saling tekan dan saling himpit akibat tusukan-tusukan yang kuat di lubang vagina Cantika Ramadhani dan Lisa,

dua buah gundukan payudara di dada mereka saling bergesekan dan saling menekan, sehingga membuahkan rasa nikmat tersendiri. Chacha dan Cantika memekik bersamaan ketika sebuah gelombang kenikmatan menderu-deru menghantam tubuh mereka yang mulus

“Cruuutttt… Cruuuttttt…. Ahhhh !! Chachaaaa….”

“Ehhhsssshhhhh Cantikaaaaaa”

“Hmmmm Hmmmmmm” Lisa melumat bibir Cantika Ramadhani, sementara tusukan-tusukan kasar masih menghantam lubang vagina mereka dari belakang.

“You’re so cute…, ”

bisik si negro berambut poni sambil menjilati belakang telinga Cantika Ramadhani, ciumannya semakin liar, lidahnya menjilati tengkuk Cantika Ramadhani, kemudian turun menciumi bahu Cantika, sesekali ia mengigit leher Cantika sampai membekas kemerahan.

“C’mon Baby , It’s okay to scream….” si negro menekankan batang penisnya semakin dalam ke lubang vaginanya.

“Arrhhhhhhhhhhhh….., Oooooohhhhh, Yeahhhhhhhhh…” Cantika tidak mampu lagi untuk menjerit merasakan rasa nikmat akibat pompaan si negro di lubang vaginanya. Si negro semakin kuat menghentak-hentakkan batang penisnya sampai tubuh Cantika tersungkur-sungkur dengan keras kedepan..

“Plokkk,, Plokkk.. Plokkkk.. Plokkkk.. Plokkk” suara itu terdengar semakin keras dan gencar, Cantika pun semakin keras menjerit – jerit dengan liar.

Penis Ben kini tertancap di lubang vagina Lisa, sambil tersenyum Lisa mengalungkan kedua tangannya keleher Ben,

beberapa kali bibir Mereka berkecupan, dan saling mengulum dan melumat-lumat. Lisa melompat dan Ben segera mendekap buah pantat Lisa.

kedua kaki Lisa menjepit pinggang ben kuat-kuat ketika tangan Ben yang kekar mencengkram dan mengangkat pinggul Lisa.

“Plepp.. Pleppp… Clepppp.. Klepppphhhh” Suara Batang Penis Ben yang terayun-ayun memacu lubang Vagina Lisa.

“yeshhh, That’s it, Fuck me Bennnn, fuck meeeeeee!!!” Lisa mendesah-desah dengan liar.

“Ahhhhhh….!! ”

terdengar Jeritan Nikita yang sedang menungging, gadis itu menjerit keras ketika merasakan sebuah benda mengebor lubang anusnya, sementara itu seorang pria negro menekan punggung Nikita sehingga gadis itu tidak dapat berbuat banyak.

Tangisan Nikita berbaur dengan rintihan dan erangannya, dan akhirnya berhenti ketika rasa nikmat mulai menjalari tubuhnya. Si negro tidur terlentang sambil membetot pinggul Nikita, gadis itu duduk mengangkang dengan posisi membelakangi si negro yang terlentang dibawahnya.

Penis si negro menancap dengan kokoh di lubang anusnya, tangannya mengusap – ngusap punggung Nikita yang sudah basah oleh keringat yang mengucur dengan deras. Sesekali tubuh Nikita tersentak kuat keatas ketika si negro dengan kasar menyentakkan penisnya semakin dalam merojok lubang anus Nikita.

“Ahhhhh… Ahhhhhhh….”

Nikita merintih dan mendesah-desah dengan keras, keringat bercucuran membasahi tubuhnya, payudara Nikita tampak basah oleh keringat yang terus meleleh mambasuh tubuhnya yang mulus.

“Hahhhhh….!?

Nikita terkejut ketika kedua kakinya diangkat keatas dan tubuhnya ambruk kebelakang jatuh dalam pelukan si negro yang sedang tidur terlentang, tangan negro itu meremas dan mengelusi buah dada Nikita, sesekali tangannya mencubiti puting Nikita sambil berbisik di telinga gadis itu

“Nice.. Boob…, Hemmm Cute little Tit’s”Tangan Sinegro menggerayangi buah dada Nikita dan mulai memilin-milin puttingnya

“Awwww…….! Jangannnnnn!”

Nikita memekik ketika lubang vaginanya ditancap dengan kasar oleh sebatang penis, kemudian dua batang penis yang besar dan hitam itu menyerang lubang vagina dan lubang anusnya dengan bertubi-tubi, liar dan kasar.

“Arrrhhhhhhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrr”

Nikita mengerang panjang ketika hantaman demi hantaman kasar akhirnya menjebol pertahanannya, tubuhnya mengejang dan merinding dengan hebat, Nikita mengerang dengan keras ketika tubuhnya terus terguncang-guncang semakin hebat, ada rasa ngilu yang menyelingi rasa nikmat

“I got you, little bitchhh….”

“Yeahhhh… Yeahhhhhh…., Do you like it bitch?”

Dua orang pria negro yang sedang memompai lubang anus dan vagina Nikita berteriak-teriak dengan liar.

“Ohhhhh, Ahhhhhh, Jangannnn, Pleaseeee, Stopppp… Awwww”

Nikita menggeleng-gelengkan kepalanya sehingga rambutnya acak-acakan, gadis itu benar-benar tidak kuat menahan kompaan-kompaan kasar dua batang penis yang hitam dan besar di lubang vagina dan lubang kemaluannya, tubuh gadis itu terguncang-guncang diantara rasa nikmat dan rasa sakit.

“Aaaaaa… Uwwwww….. Crrrrrttt Crrrrrrtttt” Nikita mengepalkan kedua tangannya didada ketika dinding vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat.

“Bluk… Blukkkkkkkk”

kedua kaki Nikita terhempas dengan lemas keatas ranjang, sesekali wajah Nikita mengernyit menahan sodokan-sodokan kedua orang negro yang masih betah menyodokkan batang penis mereka menghujami lubang anus dan lubang vaginanya.

Mata Nikita terbuka sedikit untuk melihat pria negro yang begitu kuat sedang memompa lubang vaginanya kemudian Nikita menolehkan kepalanya kekiri belakang berusaha menatap yang seorang lagi yang tengah ditindih oleh punggung gadis itu, terasa sekali sodokan-sodokan kuat yang menghantam lubang duburnya dari bawah.

“Crrrrtttt….., Crrrrrrr…., “

Nikita hanya sanggup memejamkan mata rapat-rapat sambil membuka mulutnya lebar-lebar tanpa ada suara sedikitpun yang keluar ketika kenikmatan itu kembali berdenyut-denyut diselangkangannya.

Nikita menahan nafasnya merasakan semburan-semburan hangat dari penis kedua pria negro itu menyiram lubang anus dan lubang duburnya.

“Sudahhhh…, jangannn…, No, Please…”

Nikita berusaha menolak ketika seorang negro berambut tipis menarik tubuhnya.

negro itu meletakkan tubuh Nikita dalam posisi menyamping diatas lantai beralaskan permadani, kemudian kaki kiri gadis itu diangkatnya keatas. Tampaknya tubuh Nikita yang sudah basah kuyup oleh keringat malah membuat si negro semakin bernafsu.

“Crebbbbb Ahhhhhhh…., Aaaaaa….”

Nikita mendelikkan matanya ketika merasakan Batang penis Sinegro menusuk lubang anusnya kuat-kuat. Nikita Willy kembali mengerang sekuat tenaga merasakan Batang penis yang Panjang itu merojok-rojok lubang anusnya,

Nikita Merasakan lubang anusnya semakin Panas, ada sedikit rasa perih dan gatal yang menyelingi.

“Ohhhhh….” Nikita hanya dapat mendesah sambil membuka mulutnya ketika sebatang penis yang panjang memaksa masuk kedalam mulutnya.

“He…ommhhhhh… Emmmm” mulut Nikita tampak sedikit menggembung, penuh sesak oleh penis si negro.

Tubuh Nikita tersentak-sentak dengan kuat

sementara buah dadanya menjadi mainan bagi tangan-tangan hitam yang nakal, mengelus, merayap, terkadang meremas sambil sesekali mencubit dan menarik putingnya.

“Hhhhhhh………Crrrrrr… Crrrrrrr…..”

hanya satu helaan nafas panjang yang tertahan saja yang dapat keluar dari mulut Nikita ketika merasakan denyutan-denyutan nikmat itu kembali menghempaskan tubuhnya yang sudah berpeluh.

Terdengar jeritan liar Vania, gerakan tubuhnya terlihat binal dan liar. Vania menaik turunkan pinggulnya di atas kemaluan si negro sambil menunggangi seorang negro yang terlentang dibawahnya, Vania berteriak “Youuuu…! Come Here……”

Tiga orang negro terkekeh-kekeh , melangkah mendekati Vania

“C’mon fuck me, fuck me deep and hard”

Vania tersenyum nakal sambil meleletkan lidahnya, menatapi tiga batang kemaluan yang tampak kokoh dan kuat diselangkangan ketiga orang negro itu, jauh lebih kokoh daripada milik pacarnya, si pembalap karbitan, Moreno, yang cuma lima centi itu.

Batang kemaluan si negro menghujam keatas menyodok-nyodok lubang vagina Vania sehingga ia semakin liar menjerit-jerit.dan kembali bergoyang dengan liar. Vania menghentikan gerakan liarnya, ketika merasakan sebatang penis menggeliat, berusaha menyelinap di sela-sela pantatnya. Ia mengerang keras ketika penis si negro mulai berusaha menyodomi lubang anusnya,

“Arrrrrrhhhhhhhhhh…” tubuh Vania tersentak keras ketika lubang anusnya dijebol oleh si negro.

“Uaaahhhhhh….!! Yeahhhhh!! Fuck me !!Arrrrrhhhhhhh” tubuh Vania terguncang-gucang ketika lubang anus dan vaginanya dihantam berkali-kali oleh kemaluan negro yang besar dan panjang.

“Hmmmm, Hssshhhh Yeahhh!! EMmmmmhhhh…Ckkk”

mulut Vania sibuk mengenyot – ngenyot sedotan hitam yang besar dan panjang, sesekali lidahnya menjilati lendir-lendir yang keluar dari “kepala sedotan” itu.

“You naughty little bitch !! ”

seorang pria negro meremas-remas buah dada Vania dari samping.

sambil mengecup dan menjilati bahu dan lehernya sehingga tubuh wanita cantik itu semakin liar menggeliat-geliat dengan indah.

“Arhhhhhhh…. Crrrrrr…. Crrrrrrrrrrr”

Vania terengah-engah, tubuhnya melenting dengan indah sebelum ambruk tanpa daya kedada pria negro yang sedang ditunggangi olehnya yang semakin binal.

“Uhhhhhhhhhh…..”

Vania mengeluh merasakan rambutnya dijambak ke belakang.

Kemudian ia mengerang ketika merasakan kembali sodokan keras di lubang anus dan lubang vaginanya.

“Crooottttt….” ” Kecrotttttttt” sperma si negro menyemprot di dalam lubang anus dan lubang vagina Vania.

Lisa terlentang di atas ranjang, sementara Cantika dan Nikita Willy berbaring disampingnya, tampaknya Lisa sedang mengajari mereka.

“Nahhhh, gue udah ajarin semua yang gue tau, sekarang coba kalian praktekkan…” Lisa mengangkangkan kedua kakinya melebar.

Nikita dan Cantika yang masih merasa canggung hanya saling berpandangan, Lisa tertawa kecil kemudian menekan kepala Cantika kearah payudaranya. Perlahan-lahan Cantika Ramadhani membuka mulutnya kemudian mengecup puncak payudara Lisa. Mulut Cantika berusaha mengecupi bulatan payudara Lisa. Semakin lama Cantika semakin rakus mengecupi dan mengenyoti puting susu Lisa yang tertawa kecil keenakan sambil membelai lembut rambut Cantika.

“Nikitaaaa….” Lisa mendesah manja sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah payudaranya sendiri.

“C’mon, try to Suck it,!!”

seorang negro menekan kepala Nikita dengan paksa ke arah payudara Lisa. Hidung Nikita kembang kempis.

mengendusi harumnya payudara Lisa, lidah Nikita perlahan-lahan keluar memolesi bulatan payudara Lisa sesekali ia menggigit kecil putting susu Lisa.

Lisa memejamkan kedua matanya, sesekali merintih kecil. Ada sinar kepuasan di ekspresi wajahnya.

“Ahhhhhhhh, Ahhhhh….” Lisa menggeliatkan tubuhnya dengan erotis.

Setelah menekuk lututnya Lisa semakin mengangkangkan kedua pahanya melebar. Lisa mendesah panjang merasakan sebatang lidah menjilat lembut belahan vaginanya yang disusul dengan kecupan-kecupan lembut yang menjelajari permukaan vaginanya. Ia membuka matanya sedikit ketika merasakan kecupan lembut di bibirnya, Lisa tersenyum memandangi wajah Cantika. Bibirnya pun menyongsong datangnya bibir Cantika.

“Cuppp…, cuppphhhhh….”

Bibir kedua gadis itu melekat erat dan saling mengulum, daerah bibir Lisa dan Cantika Ramadhani tampak basah oleh ceceran air liur mereka yang sudah tercampur. (Air liur Mix he he he ^^)

“Cantikaaaa…..”

“Ohhhhh.. Chacha…….”

Kedua bintang muda itu saling memanggil.

kemudian berpelukan erat dan melanjutkan dengan kuluman-kuluman dan belitan-belitan lidah mereka yang semakin lama semakin liar.

“Ooccchhhh…., Ahhhhhh Crrrrrr….” kaki Lisa menjepit kuat-kuat kepala Nikita Willy, cairan kenikmatan Lisa muncrat dalam denyuta-denyutan kenikmatan. Kedua kaki Lisa kemudian terkulai dengan lemas di atas ranjang.

Lisa menatap sayu wajah Nikita, disuruhnya Nikita agar menungging. Sementara kedua tangan Lisa menekan kepala Cantika agar menunduk mendekati lubang anus Nikita, namun Cantika menolak ketika Lisa memerintahkan Cantika untuk menjilati lubang anus Nikita.

“Ayooo…..” Lisa tersenyum sambil menekan kepala Cantika

“Ayo sayang lakukan…Hssshhhhh…..”

bisik Lisa ditelinga Cantika, ia kembali membujuk Cantika agar menjulurkan lidahnya, Lisa tersenyum ketika melihat mulut Cantika mulai terbuka dan lidah gadis itu terjulur keluar.

“Emm, Cuppphhh, Cuppphhhh… Slssckkk Slllcccckk” Mata Cantika mendadak berubah sayu, bibirnya mencumi bulatan pantat Nikita, lidah Cantika sesekali menjilati belahan pantat Nikita. Lidah Lisa perlahan-lahan ikut memolesi sela-sela pantat Nikita.

“Ahhhhhhh…., Cantikaaaaaaa….., Chaaaaaa…..”

Nikita mendesah merasakan dua batang lidah yang terasa hangat dan basah itu seolah-olah seperti sedang bekerja sama mempermainkan sela-sela buah pantat dan lubang anusnya.

“Ehhhh….”

Nikita Willy sedikit menarik pinggulnya ketika merasakan ada sesuatu yang menusuk belahan vaginanya, Nikita mengangkat pinggulnya sedikit keatas sambil menengokkan kepalanya ke belakang,

tampaknya Cantika mempunyai inisiatif untuk mencolok belahan vagina Nikita, bahkan kini perlahan-lahan Cantika mulai memasukkan sebuah jari lagi dan lagi, jari tengah , jari telunjuk dan jari manis Cantika kini terjepit dibelahan vagina Nikita.

Lisa menggeser posisi tubuhnya dan kemudian menindih punggung Nikita dengan buah dadanya, sementara kedua tangan Lisa menggerayangi dan meremas-remas buah dada Nikita.

Nikita menolehkan kepalanya kearah kepala Lisa yang mendekat, “Ckkkk.. Cheeeccckkk…..”decak-decakan itu semakin keras terdengar.

akibat semakin bernafsunya ciuman dan kuluman Nikita dan Lisa, tubuh Nikita bergerak maju mundur dengan lembut ketika Cantika menusuk-nusukkan ketiga jarinya dengan perlahan.

“Ennnhhh…, Ennhhhhhh…..” Entah kenapa Nikita merengek-rengek

“Ahhhhhh….! Crrrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrrr”

mulut Nikita mirip huruf O, sedangkan kedua matanya semakin sayu dan nafasnya tersendat-sendat ketika mencapai puncak klimaks, beberapa saat lamanya Lisa dan Cantika Ramadhani menggeluti tubuh Nikita Willy sampai akhirnya Nikita kembali memekik kecil mencapai puncak kenikmatannya kembali.

Lisa membalikkan tubuh Nikita Willy kemudian menyuruh Cantika naik keatas tubuh Nikita dalam posisi 69. Kedua tangan Lisa mendorong bahu Cantika sambil mengambil posisi mengangkangi perut Nikita.

“Giliranmu Cantikaaaaa….” Lisa mengalungkan kedua tangannya pada leher Cantika Ramadhani semetara Cantika membalas dengan mengalungkan kedua tangannya membelit pinggang Lisa.

“Slllccc. Sclllkkkk.. Ckkk… Sllccck”

Nikita menjilati dan mengemut Vagina nia Ramadhani, Cantika tidak dapat menahan rintihannya, gadis itu semakin keras menjerit karena luapan nafsu birahi yang semakin hebat meledak-ledak didalam dirinya.

Mulut Cantika dan Mulut Lisa saling mengulum , lidah – lidah mereka terjulur saling membelit dan mengait.

“Ohhhhh…..,”

Lisa mendesah kemudian tersenyum sambil menekankan vaginanya ke depan, tangan Cantika merayap dan meremasi selangkangan Lisa sementara kepala Cantika bersandar di bahu Lisa, bibir gadis itu tidak pernah berhenti mengucapkan kata….

“Chaaa… enakkkk, Chachaaaa…., enakkkkkkk”

Lisa hanya tersenyum nakal , kedua tangannya memeluk erat-erat tubuh Cantika Ramadhani sambil menggesek-gesekkan payudaranya menggeseki payudara Cantika Ramadhani.

“Heemmmm…, emmmmhhhhh…..” Bibir Cantika dan Bibir Lisa kembali saling mengulum dengan sangat bernafsu.

Tubuh Cantika tiba-tiba bergetar Hebat…..

“Emmmmmm……… Hfffhhhhh Hfffffhhhhh…Crrrrrr Crrrrrr”

suara nafas Cantika semakin meburu kencang menerpa kulit pipi Lisa, setelah melumat-lumat bibir Cantika dengan mesra barulah Lisa melepaskan kulumannya, dibelainya wajah Cantika

“Yie, gimana sih koq gue nggak diajakin ? ” Vania berkacak pinggang di pinggiran ranjang, tubuhnya tampak basah berceceran keringat dan sperma.

“Ha Ha ha, Mau sama sapa ? Ama Nikita atau Ama Cantika ?” Lisa menawarkan dua pilihan kenikmatan diatas ranjang.

“Emmmmm, Gue ama Cantika aja deh….”

Lisa menarik tangan Nikita dan duduk dipinggiran ranjang. Sementara Vania langsung naik keatas ranjang dan menindih tubuh Cantika. Dua tubuh mulus yang basah dan hangat itu saling serang,

Cantika dan Vania Estelle bergulingan, Jeritan-jeritan liar terdengar dari mulut kedua wanita itu yang tidak mau saling mengalah. Cantika berusaha menaklukkan kebinalan Vania, demikian juga Vania berusaha menaklukkan Cantika yang berubah nakal dan liar.

“Wawww…” “Ihhhhh” Hanya suara itu yang terdengar dari mulut Lisa dan Nikita Willy ketika menyaksikan pergumulan yang sangat liar.

“Ennggghhhh….”

sekuat tenaga Cantika membalikkan tubuhnya yang ada di bawah, Cantika mengangkang menduduki perut Vania, kedua tangan Cantika mencekal pergelangan tangan tangan Vania yang terus berontak dan melawan, perlawanan Vania Estelle semakin lemah dan akhirnya pasrah, pasrah pada kebuasan Cantika yang tidak terduga.

Cantika menatap tajam wajah Vania Estelle sebelum menundukkan wajahnya semakin dekat kewajah gadis itu. Cantika melekatkan bibirnya ke bibir Vania Estelle.

kemudian dengan lembut bibir Cantika dan Vania Estelle saling memangut dengan mesra, saling mengulum dan saling melumat dengan lembut. Tangan Cantika membelit punggung dan pinggang Vania kemudian dengan liar Cantika melumati bibir Vania. Tubuh Vania merinding, nafasnya terasa sesak, ketika Cantika memangut-mangut , begitu liar dan nakal.

“Ehhhhh, Essshhhh, Ahhhhhhhhh!!” Vania Estelle tidak sanggup lagi menahan jeritannya ketika Cantika mengenyot-ngenyot kuat puncak payudaranya dan menggigit kuat-kuat puttingnya.

“, aduhhhh.. !! Cantika, jangan digigit gitu dong.. ” Vania protes karena Cantika kembali menggigit putting susunya”HA Ha Ha… Sorry, Sorry, Gua gemes…”

kemudian Cantika menundukkan kepalanya , lidah Cantika terjulur keluar, mengulasi buntalan payudara Vania yang terlihat membengkak mengeras kenyal. Mulut nia semakin rakus menghisap, mengemut dan mengecupi buah dada Vania.

Ciuman-ciuman Cantika yang kasar dan liar menjalar semakin lama semakin turun kebawah

“Aaaaaaaaaaaaaaa……”

kedua kaki Vania Estelle menjepit kepala Cantika Ramadhani, semakin lama kaki Vania semakin mengangkang, berkali-kali Vania Estelle mengangkat-angkat pinggulnya, menyajikan vaginanya untuk Cantika. Desahan-desahan keras terdengar dari mulut Vania “Ahhhhh…,, Ahhhhhhh,, Cantikaaaaaaa…, Ahhhhhhhhhh”

Punggung Vania Estelle sedikit terangkat dan Blukkkkk

“Ennhhhhhhhhh…, Crrrrrrr…., Crrrrrrrrrr……”,

Cantika tersenyum puas dirinya sudah memenangkan pertarungan, ditepuk-tepuknya klitoris Vania kemudian diusapinya bibir vagina Vania yang merekah untuk membangkitkan kembali nafsunya.

Cantika menggeserkan tubuhnya keatas sambil menekankan payudaranya kuat-kuat, susu Cantika yang lembut dan basah menggesek paha Vania terus naik bergesekan dengan permukaan vagina, perut dan akhirnya menekan kuat-kuat gundukan payudara Vania.

Vania lalu membalikkan tubuhnya menindih tubuh Cantika, kedua tangan Vania mencekal pergelangan tangan Cantika dan meletakkan kedua tangan Cantika terentang keatas. Lisa berbisik di telinga Nikita Willy, mereka berdua naik keatas ranjang dan membantu Vania memegangi tangan Cantika yang sedikit meronta sambil tersenyum nakal.

Vania menundukkan kepalanya menciumi telapak tangan Cantika dan terus turun mengecupi lengan Cantika. Cantika mendesah ketika merasakan hembusan nafas Vania di permukaan payudaranya.

“Ahhhh…, Vaniaee….Shhhhhhhh ”

Cantika mendesis ketika jari Vania mempermainkan putting susunya, memilin-milin dan menarik-narik puttingnya, mulut Vania mengecupi puncak putingnya yang semakin keras.

Setelah puas memainkan buntalan susu Cantika perlahan-lahan Vania terus menggeser posisi tubuhnya semakin turun kebawah, mulut dan lidah Vania terus mencumbu semakin turun. Cantika mengangkangkan kedua kakinya melebar memberi jalan bagi kepala Vania.

“Ahhhhhhh…..!! ”

Cantika menjerit keras ketika jari tengah Vania menusuk lubang vaginanya dan melakukan gerakan-gerakan liar seperti sedang mengucek-ngucek lubang itu.

Vania menambah jarinya, kini jari tengah, jari telunjuk dan jari manisnya terbenam ke dalam belahan vagina Cantika,

“Arrrrrhhhh…, Arhhhhhhh….!!”

Cantika Semakin keras menjerit ketika Vania menggerakkan ketiga jarinya dengan kasar, sambil terus menusuki belahan vagina Cantika, lidah Vania mengait-ngait klitoris Cantika yang semakin membengkak.

“Ahhhhh, Shhhh Shhhh, Akhhhh Crrr Crrrrrrrr”

Cantika Ramadhani terkulai, Vania Estelle menusuk-nusukkan ketiga jarinya dengan perlahan-lahan, kemudian mencabut ketiga jarinya dari belahan vagina Cantika, ketiga jari Vania tampak basah oleh cairan kewanitaan Cantika.

Lisa menatap nakal pada Vania Estelle kemudian berbisik

“Sekarang waktunya kita dientot lagi ”

Vania Estelle membaringkan tubuhnya disamping Nikita Willy. Ia saling berpandangan dengan Nikita,

kedua artis cantik itu saling melemparkan senyuman nakal mereka, hampir bersamaan kedua kaki mereka merekah mengangkang.

“C’mon, fuck us, all night long, (Hmm, kaya judul lagu ^^)”,

setelah berbaring di sisi Vania, Lisa mengangkangkan kedua pahanya melebar, ketika seorang negro masing mulai menggesek-gesekkan kepala penisnya ke belahan vagina Lisa dan Vania. Telahdewasa.com

Ben dan seorang negro lainnya menggesek-gesekkan penis mereka pada belahan vagina Cantika Ramadhani dan Nikita Willy. Ketiga gadis itu berjajar di atas ranjang siap untuk menerima sodokan batang kemaluan tiga orang negro yang terkekeh-kekeh sambil mengambil ancang-ancang.

“Ahhhhhhhhhhh…..! ”

Jeritan panjang yang pertama terdengar dari mulut Cantika Ramadhani, tubuhnya tergucang-guncang ketika sebatang penis yang besar dan hitam itu kembali mengocok-ngocok lubang vaginanya.

“Pelannnnhhhhh, Arrrrhhhhhhh, jangannnnn, Nooooooo!! ”

Cantika memohon agar si pria negro memperlambat tempo sodokannya, namun sepertinya percuma saja memohon pada si hitam yang sedang keasikan memompakan penisnya pada belahan vagina Cantika yang seret dan sempit.

“Heee heeee…, you’re on the top of the world, baby!”

Sihitam mencengkram pinggul Cantika Ramadhani kemudian merubah posisinya, kini si hitam duduk di atas ranjang sementara Cantika menduduki batang penis si hitam yang menancap di selangkangannya.

“Please, Pleeeaaaseeee…, Arrrrhhhh Pleaseeeee…, ”

Cantika terus merintih minta dikasihani oleh si negro yang terus menghujam-hujamkan penisnya dengan kasar sampai tubuh Cantika berkali-kali tersentak-sentak keatas diertai jeritan panjangnya yang melengking.

“Ohhhhh…, Nooooo, Pleaseeee…, Nooooooooo”

Cantika menggeleng-gelengkan kepalanya ketika merasakan sebatang penis berusaha menjebol lubang anusnya.

“Arrrhhhhhh… Haaaaahhhh….”

tubuh Cantika tampak kejang menahan sesuatu yang besar itu menyeruak masuk dengan kasar menerobos lubang duburnya.

“Please, Arrrhhhh… Arhhhhhhhhhhh…”

Cantika mengerang ketika dua batang penis itu bergerak keluar-masuk dengan cepat dan kasar.

“Please no more…, no moreeeee. Enngggg” Cantika kewalahan.

“Hahhhh…?? Want moreeeee…, Oke Baby, take thisssss….”

Si negro menghantamkan batang penisnya kuat-kuat menyodok-nyodok lubang anus Cantika sampai ia menjerit panjang. “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

“No More !!!!, Budegggggg!!! ” Si negro yang tengah mengocok lubang vagina Cantika berteriak keras dengan emosi. (Red : HAAAHHHHH ? LOHHHH ? ADA YANG DENGER NGGAK SI NEGRO BILANG APA TADI ? )

“Ennnnhhhh…. Ahhhhhhh”

kepala Cantika terangkat ke atas ketika tangan kanan si negro yang agak budek itu menarik rambutnya ke belakang sedangkan tangan kiri si negro merayap menggerayangi bulatan payudara gadis itu.

“Plefffhhh… Ploooppp… Plakkkk… Clepppp… Cleppppphhhhh”

suara lubang anus Cantika dan lubang vaginanya semakin keras berdemo ketika batang-batang penis yang hitam dan panjang itu semakin kasar dan kuat merojoki lubang anus dan vaginanya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *