Pengagum Wanita Montok Mengairahkan
Pejabat Negara – Cerita ini bukan pengalamanku, tetapi pengalaman temanku. Dia adalah pejabat negara. Pada kedudukannya, semua harus diketahui publik, misalnya mengenai berapa hartanya, apa saja. Lalu dimana kantornya, no telp kantor, no telepon rumahnya dan no telp HP yang bisa dihubungi.
Selama ini saya membaca nilai kekayaan harta-harta pejabat negara itu hanya sebagai hiburan. Demikian juga soal no telepon dan alamat rumahnya. Misalnya alamat rumah di daerah mahal, atau di pinggiran Jakarta, diketahui hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu.
Saya tidak menyangka konsekuensi terlalu jauh mengenai keharusan keterbukaan seorang pejabat. Saya pikir karena aturan main menyatakan begitu ya harus diturutilah.
Namun dari keterbukaan itu muncul cerita unik yang sama sekali di luar sangkaan saya. Sebut saja nama temanku itu Toni, umurnya di akhir 40 an tahun, penampilannya lumayan menarik. Dia tidak sering muncul di televisi, tetapi beberapa kali dia tampil di TV sebagai nara sumber.
Portaldewasa – Suatu hari masuk SMS ke Hpnya ketika sedang agak ngantuk mengikuti meeting siang hari. Isinya kira-kira minta berkenalan dari seorang cewe berusia 21 tahun. Singkatnya cewe itu mengharap bantuan untuk membiayai kuliahnya, karena biaya semesterannya sudah menunggak dan sudah menjelang deadline.
SMS itu dianggap angin lalu saja oleh Toni. Besoknya masuk lagi SMS dan MMS. Foto setengah badan dari cewek yang mengaku bernama Anissa. Lumayan cantik. Ada 2 foto yang dikirim dan kembali mengharapkan bantuan.
Toni tetap tidak mempedulikan. Keesokan harinya masuk lagi satu MMS. Kali ini foto setengah badan dari Anissa, yang polos. Terus terang kata Toni dia mulai tergugah, karena tampilan payudaranya cukup montok dan bentuknya masih kokoh dan kenyal.
SMS dan MMS itu selalu dikirim pada office hour. Anissa cukup smart juga karena jam-jam itu, pasti Toni berada di luar rumah atau minimal di kantor. Dua jam kemudian, Anissa kembali mengirim MMS foto satu badan penuh dan kali ini polos, satu lagi dikirim fotonya memperlihatkan lebih jelas mengenai kemaluannya yang masih sedikit bulunya.
Berturut-turut masuk lagi 2 MMS yang merupakan foto close up dari kemaluan Anissa. Toni bingung menerima begitu banyak foto menggairahkan dari seorang wanita muda yang belum dikenalnya sama sekali.
Karena naluri kelaki-lakiannya, Toni terdorong mulai menanggapi SMS. Akhirnya diketahui bahwa Anissa tinggal di Singaraja Bali. Pembicaraan tidak lagi melalui SMS, tetapi sudah mulai bicara langsung melalui HP.
Karena keinginan dan nafsu, Toni berjanji berjumpa dengan Anissa di Denpasar, atau tepatnya di Sanur. Anissa memang seorang yang jelita. Dia mengaku termasuk nominasi 10 orang dalam kontes kecantikan di Bali.
Kalau tidak cantik, mungkin Toni tidak tergerak hatinya untuk iseng menanggapi SMS Anissa. Apalagi yang diharapkan Anissa hanya 10 juta rupiah. Jumlah itu yang menurut Toni tidak terlalu besar.
Dalam percakapan jarak jauh, Anissa sudah menyatakan kesediaannya menemani Toni tinggal di Hotel selama 2 malam. Dia akan langsung chek in di Hotel yang sudah dipesan Toni dari Jakarta.
Kebetulan pada hari yang dijanjikan itu Toni ada tugas kunjungan kerja ke Bali. Jadi dia tidak perlu keluar duit untuk bayar pesawat, malah mendapat uang saku SPD (Surat Perjalanan Dinas). Setara golongan IV PNS.
Toni dengan pakaian casual, berkaus polo dan blue jeans serta sepatu kets dan tidak ketinggalan topi serta kaca mata, dia langsung menuju hotel yang telah di pesan dan didalamnya sudah menunggu Anissa.
Karena memang sudah kontak melalui telepon, Toni tidak perlu mengetuk kamar, tetapi langsung mendorong pintu yang sudah sedikit terbuka.
Anissa sudah menunggu di depan pintu. Dia menyalami tangan Toni dan mencium tangannya. Tidak terkesan Anissa merasa kikuk. Malah Toni yang merasa kikuk menghadapi gadis dengan beda usia hampir 30 tahun.
Apalagi kedudukan Toni di pemerintahan sangat terhormat, tentunya dia juga sangat was-was menjalani pertemuan seperti ini.
Anissa meggandeng tangan Toni. Dia memanggil Toni, Papah. Toni duduk di sofa dan Anissa langsung menggelendot dan duduk dipangkuan dan memeluknya. Toni masih rikuh dan belum banyak dia mengeluarkan kata-kata.
Anissa sangat aktif, Tangannya secara trampil membuka kancing kaus polo Toni dan meminta izin untuk membukanya melalui kepala. Toni menurut saja. Anissa mengajak Toni mandi dengan air hangat.
Satu persatu pakaian Toni dibuka Anissa, sehingga kini tinggal celana dalam boxer dan kaus singlet. Setelah itu harum membuka sendiri bajunya sampai terlepas semua.
Tubuh Anissa memang indah. Teteknya cukup besar menantang, putingnya coklat muda dan masih kecil, bulu kemaluannya masih jarang sehingga bentuk kemaluan yang tembam terlihat.
Kulit seluruh tubuh Anissa putih dan terlihat kontras dengan rambutnya hitam yang diurai sebahu. Rambut Anissa cenderung lurus.
Tampilan Anissa jauh lebih cantik dari foto yang dikirim selama ini. Anissa menarik Toni berdiri dan dia lalu melucuti kaus singlet dan celana dalam. Kemaluan Toni belum terlalu sempurna berdiri. Penisnya masih menggantung ke bawah, tetapi sudah terlihat gemuk.
Anissa membimbing Toni menuju kamar mandi. Mereka berdua lalu masuk ke bath tub. Anissa dengan cekatan menghidupkan pancuran dan mengatur kehangatan air yang memancar.
Toni dimandikan seperti bayi oleh Anissa. Di tengah sedang memandikan, Anissa minta izin karena dia kebelet pipis. Anissa duduk di toilet dan terdengar suara pancaran air kencingnya mendesir, cukup lama juga.
Setelah membersihkan dirinya dia mengambil sikat gigi dan mereka berdua menggosok giginya. Terasa segar nafas setelah usai membersihkan mulut. Kesempatan berdua di pancuran tentunya tidak disia-siakan Toni.
Tangannya meremas bongkahan tetek yang terasa mengkal. Tangan Toni juga menyeruak mengobel belahan memeknya yang baru saja dibersihkan dengan sabun.
Anissa menyabuni seluruh tubuh Toni dan di bagian penisnya dibersihkan dan dikocok. Sehingga penis yang tadinya masih mengenttung, perlahan-lahan menjadi makin keras dan mulai agak berdiri.
Berdirinya masih belum terlalu sempurna, tapi sudah memenuhi persyaratan cukup keras untuk menerjang masuk ke lubang vagina.
Usai mandi dan mengeringkan dengan handuk. Toni mengenakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan Anissa mengenakan handuk sebagai kemben menutupi sampai ke bagian dadanya. Mereka berdua lalu duduk di tempat tidur ukuran king size.
Toni yang sudah terangsang sejak tadi menarik tubuh Anissa berbaring di bed. Handuk yang melilit ditubuh Anissa dibuka dan terhamparlah tubuh indah Anissa yang belum banyak ditimbuni lemak, teteknya masih masih tegak penuh.
Anissa bertindak pro aktif. Disosor bibir Toni dan dia mengambil posisi menindih tubuh Toni. Ciuman Anissa turun terus ke dada Toni dan digigitnya pelan puting kecilnya.
Toni diam pasrah dan birahinya makin naik. Anissa terus turun dan menggeenggam penis Toni. Dengan satu gerakan penis Toni sudah berada di dalam mulut Anissa
Terasa bahwa Anissa sudah pernah melakukan oral dan kelihatannya dia cukup berpengalaman. Toni masih agak syak, apakah Anissa ini benar anak kuliahan yang butuh bantuan biaya, apa call girl yang melakukan teknik marketing menyamar sebagai anak kuliahan.
Dari komunikasi baik melalui telepon maupun tadi dalam pembicaraan awal. Tidak ada kesan atau bukti yang mengarah bahwa Anissa adalah call girl.
Dia memang mengakui tidak perawan lagi, tetapi itu pun baru melakukan hubungan dengan pacarnya saja. Pacarnya anak orang kaya di Bali, sehingga mereka selalu keluar masuk hotel-hotel untuk melampiaskan hawa nafsu sex.
Dia renggang sama pacarnya karena sang pacar melanjutkan studi ke luar negeri. Oral Anissa sangat nikmat. Dia tidak saja melakukan treatment terhadap penis, tetapi juga menjilati buah zakar.
Anissa kemudian duduk bersimpuh dan melakukan pijatan di sekitar kemaluan Toni. Pijatannya sangat nikmat dan memberi tambahan gairah.
Dia melakukan pijatan seperti seorang pemijat yang sudah ahli. Toni sering massage di berbagai tempat, tetapi belum pernah menemukan pemijat yang bisa memijat alat kelaminnya senikmat yang dilakukan Anissa.
Ketika Toni berusaha mengorek Anissa mengenai dari mana dia dapatkan ilmu memijat khusus ini. Anissa sambil tersenyum malu mengatakan bahwa dia mempelajarinya dari internet.
Kata Anissa banyak demo di Youtube yang menunjukkan cara memijat prostat. Dia bahkan belum pernah mempraktekkan pada kekasihnya. Ini adalah yang pertama kali dilakukan.
Namun karena sudah banyak sekali petunjuk yang didapat dari visualisasi di internet, maka pemahamannya mengenai pijat prostat makin baik.
Anissa menawarkan untuk memijat seluruh tubuh Toni, karena dia banyak belajar dari internet mengenai full body massage. Toni tentu saja tertarik, karena badannya memang terasa agak lelah setelah seharian melakukan berbagai peninjauan ke daerah-daerah. Namun Anissa meminta pemijatannya ditunda dulu.
Anissa kembali menjilati penis Toni sampai penis itu tegak Sempurna. Anissa mengambil peran aktif. Di genggamnya penis Toni lalu dia arahkan memasuki gerbang vaginanya.
Perlahan-lahan penis Toni menikam makin dalam ke vagina yang memang sudah licin. Toni merasa vagina Anissa masih cukup ketat. Seluruh bagian batang penis Toni terasa tercekat oleh jepitan vagina Anissa.
Anissa mulai memainkan peran diatas Toni berbagai gerakan diapraktekan. Dia yang mengendalikan gerakan, dan dia pula yang mengerang nikmat. Toni juga merasa penisnya seperti diperas-peras.
Pemandangan juga indah, karena tetek Anissa yang lumayan kenyal dan besar berguncang-guncang. Toni sebagai orang yang sudah cukup pengalaman dalam bertarung apalagi sebelum pertemuan dengan Anissa dia sudah menelan obat yang memberi efek tahan lama, maka Toni tenang saja menghadapi serbuan.
Sekitar 10 menit Anissa bergerak aktif. Akhirnya tumbang ke atas tubuh Toni dan terasa memeknya bergerak sekitar mengikuti gelombang orgasme.
Anissa memuji kehandalan Toni karena masih bertahan belum mencapai ejakulasi. Toni mengambil alih pengendalian permainan dengan membalikkan posisi sambil menjaga agar penis tidak terlepas dari lubang vagina.
Toni menahan kepala Anissa dengan mengaitkan kedua tangannya lalu menggenjot Anissa dengan gerakan slow. Gerakan itu bagaikan memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk merasakan kenikmatan gesekan kedua kelamin . Toni juga berkosentrasi untuk mencoba merasai daerah G-Spot Anissa.
Gerakan itu dirasakan Anissa bagai menyiksanya, karena dia berharap Toni melakukan gerakan cepat dan kasar. Anissa memang cewek yang bangkit birahnya jika dikasari dalam melakukan hubungan sex. Namun yang dirasakan sekarang adalah kebalikannya.
Namun dia tidak menyangka gerakan Toni justru memacu orgasmenya datang lebih cepat dan gelombangnyanya sangat dahsyat. Anissa memeluk ketat seluruh tubuh Toni agar tidak bisa bergerak karena Anissa ingin merasakan nikmatnya ganjalan penis Toni di dalam gua vaginanya sampai kontraksinya tuntas.
Merasa kekangan Anissa mulai melonggar Toni kembali bergerak dengan mempertahankan gerakan slownya. Gerakan itu membuat Anissa menjadi gila, karena dia sudah tidak mampu lagi menguasai dirinya.
Dia berkali-kali diterjang gelombang orgasme yang sangat luar biasa yang selama ini belum pernah dia rasakan. Anissa dalam berhubungan dengan pacarnya memang juga merasakan orgasme, tetapi orgasme yang dialami kali ini rasanya lebih hebat, lebih nikmat dan datang beruntun berkali-kali.
Anissa menyerah tidak mampu melayani terus dia minta Toni menyudahi karena badannya sangat lelah dan matanya juga sudah berat sekali. Permintaan itu diabaikan Toni dengan terus melakukan permainan yang membuat lawan mainnya gila.
Toni merasa mulai lelah dengan melakukan gerakan selama 15 menit, sehingga Toni berkonsentrasi untuk mencapai orgasmenya. Toni mencapai orgasme disambut oleh orgasme Anissa yang sudah entah ke berapa kali.
Setelah pertandingan longset. Toni mengajak Anissa ke kamar mandi, Anissa dengan mata agak berat bangkit juga. Jalannya terhuyung-huyung sehingga menggelendot ke Toni.
Mereka membersihkan alat senggama sampai kembali bersih dan wangi. Keduanya berjalan tanpa penutup tubuh. Setelah itu langsung kembali rebah dan masuk ke dalam selimut. Anissa beberapa saat kemudian sudah mulai mendengkur halus.
Sementara Toni matanya sulit dipicingkan. Otaknya berputar berpikir mengadapi fenomena yang dialaminya sendiri. Seorang gadis cantik yang dengan mudahnya menyerahkan dirinya hanya untuk alasan kesulitan biaya kuliah.
Menurut Toni, sosok Anissa masih terlalu belia untuk bermain sex, tetapi nyatanya dia sudah sangat trampil. Toni akhirnya tertidur juga. Entah berapa lama terlelap akhirnya dia terjaga karena merasa sekujur tubuhnya seperti dipijat.
Anissa memang sedang membayar utangnya dengan memijat seluruh tubuh Toni. Sekitar satu jam dia dipijat dan merasa risih kemudian karena badannya berlumuran cream body lotion.
Keduanya lalu kembali mandi air hangat. Badan terasa segar dan bersih. Mulanya Toni ingin main dua babak. Tetapi setelah babak pertama tuntas dia kehilangan selera untuk main satu babak lagi. Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Toni ingin kembali ke hotelnya bergabung kembali dengan rombongan.
Anissa memang agak kecewa, tetapi dia tidak keberatan ditinggal, karena di lobby dia ditunggu mamanya. Toni merasa tidak melihat ada wanita ketika di lobby ketika dia masuk hotel tadi.
Toni menjadi tidak bisa berpikir waras. Mengetahui bahwa Anissa ngamar dengan lelaki setengah umur ibu dari si cewek mengetahui bahkan mengantarnya. Toni tidak ingin berpikir panjang sekarang, dia serahkan segepok uang yang dijanjikan ditambah dengan biaya makan dan transportasi yang cukup lumayan.
*****
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Toni di dalam pesawat kelas eksekutif termenung sendiri. Pikirannya masih menerawang memikirkan bagaimana bisa terjadi anak secantik Anissa dengan mudahnya menyerahkan tubuhnya ke lelaki seperti dirinya dan diantar pula oleh ibunya chek in di hotel.
Jika saja Toni memabaca cerita seperti yang dia alami, dia tidak akan percaya bahwa cerita itu adalah nyata. Tetapi dia baru saja menjalaninya sendiri, sesuatu yang tidak masuk akal.
Tidak sampai sebulan kemudian, kembali masuk sms dari Anissa. Isinya singkat. Anissa minta di call. Kebetulan Toni sedang duduk sendirian menunggu rekannya datang di kafe salah satu hotel mewah. Toni langsung call no Anissa.
Ketika call itu diangkat, terdengar suara wanita, tapi Toni merasa itu bukan suara Anissa. Dia tidak mengenali suara itu. Benar juga ternyata itu adalah suara ibunya Anissa. Dia memperkenalkan diri dengan nama Novia.
Pembicaraannya berawal dari basa basi, kemudian mengalir pada arah ibunya juga ingin mendapat bantuan. Dia berterus terang hidup menjanda dan selama ini menjalankan bisnis kecil-kecilan.
Novia kelihatan cukup piawai menjalin kata-kata, karena mungkin dia biasa melakukan marketing. Toni terbuai dengan pembicaraan Novia, sampai akhirnya Toni berjanji memberi bantuan ala kadarnya.
Meskipun sebutan ala kadarnya tetapi pada posisi Toni rasanya tidak pantas membantu dengan jumlah ratusan ribu, tetapi ya jutaan juga lah. Ibarat Mercedes S 500, mana mungkin bayar parkir cuma 5 ribu, paling tidak ya 20 ribu kan, malah sepantasnya 50 ribu.
Pastilah Toni tidak mentransfer langsung dari rekeningnya, tetapi dari rekening orang lain. Sebagai pejabat negara, rasanya cukup berbahaya mentransfer sejumlah uang ke rekening yang tidak ada hubungan apa pun ke dirinya.
Ada perkataan Novia yang mengganggu pikiran Toni. Perkataan itu adalah Novia akan menservice Toni jika berada di Bali. Kalau Novia itu wanita tua, pasti tidak mengganggu pikiran Toni, tetapi Novia itu adalah wanita yang kelihatan matang, berparas cantik, tetek kelihatan besar sekali.
Toni adalah pengagum wanita ber payudara besar. Foto Novia yang menunjukkan teteknya besar itu adalah salah satu foto Novia sedang menggunakan kebaya. Terlihat sekali belahan dan sembulan payudara yang tidak tertutup kebaya, terlihat sangat menyembul.
Toni tidak berani menggunakan ponselnya berkomunikasi dengan wanita . Komunikasi dilakukan melalui chat di mini padnya. Toni memang harus ekstra hati-hati berkomunkasi yang “keliru“ melalui Hpnya.
Dalam chat, Novia sering melontarkan kata-kata yang menggoda, sampai akhirnya Toni jadi penasaran juga karena dari chatnya itu, Novia mempromosikan kemahirannya melakukan terapi kejantanan, berkat tuntunan dari para leluhurnya.
Meski Toni tidak ada penugasan ke Bali, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Bali. Di rumah dia mengaku ke Bali karena urusan dinas. Di rumah percaya saja, karena memang sudah terbiasa.
BACA JUGA : Menodai Adik Ipar

Cerita Khusus Dewasa – Toni kali ini memesan kamar di wilayah Nusa Dua, karena dia ingin menginap di Bali barang 2 malam. Ini juga akibat penasaran Toni terhadap janji dan promosi Novia mengenai berbagai treatment yang katanya merupakan rahasia dari leluhur.
Apalagi Novia meski berumur, tetapi kecantikannya tidak kalah dari para Diva. Baru memikirkan saja selama penerbangan di pesawat barang Toni sudah mengeras.
Toni langsung menuju kamar Novia. Kamar itu memiliki view laut. Ketika pintu dibuka. Toni terperanjat dan agak kecewa. Karena selain Novia, Anissa turut menyambut kedatangannya. Air muka kecewa itu tentu terbaca oleh Novia. Khayalan Toni mengenai Novia buyar.
Novia kemudian berusaha menetralkan suasana kekecewaan yang dirasakan Toni. Karena merasa gengsi juga, Toni berusaha menyembunyikan kekecewaannya, dan menyatakan tidak masalah dengan kehadiran Anissa.
Rasa Toni malu juga kalau dia berterus terang menyatakan kekecewaannya, karena dengan begitu akan terlihat Toni terlalu berharap negesex dengan Novia yang adalah ibu si Anissa yang pernah di embatnya sebulan lalu.
Toni lalu mencari sisi positif dari situasi seperti itu. Dia akhirnya pasrah dan malah ingin tahu skenario apa yang telah disiapkan oleh Novia dan Anissa menghadapi dirinya. Apa pun yang mereka siapkan Toni akan turut saja.
Sambil duduk Toni mulai mendapat pijatan bahu dari Anissa di depan ibunya. Harus diakui pijatan ini bukan basa basi, karena sangat nikmat rasanya. Susana menjadi makin akrab.
Meski begitu, Novia masih menjaga suasana. Dia tidak duduk berdampingan dengan Toni. Tetapi tetap duduk di sofa terpisah yang memang tersedia di kamar suite itu.
Jam di dinding menunjukan jam 3 sore. Anissa minta diri karena dia ingin berenang. Tanpa rasa malu Anissa membuka semua bajunya sampai bugil lalu mengenakan baju renang two pieces.
Semua itu dilakukan tanpa rasa malu di depan Toni dan Novia. Toni tidak ingin salah berkomentar dia diam saja. Novia juga tidak berkomentar terhadap kelakuan anaknya.
Anissa lalu mengenakan kimono berlalu keluar dari kamar. Dari kamar itu juga bisa dilihat kolam renang dengan latar belakangnya adalah laut. Sepeninggalan Anissa, Toni jadi kikuk. Ini ditangkap oleh Novia. Dia lalu duduk merapat dan memijat-mijat paha Toni.
Novia meski hanya beda 8 tahun dengan Toni, tetapi dia menyebut Toni dengan Bapak. “Bapak capek ya, mau dipijat kan,” tanya Novia. “ Ah itu yang ditunggu-tunggu, selama di pesawat saya membayangkan bagaimana pijatan mbak Novia yang katanya khusus itu,” jawab Toni.
Novia meminta Toni berdiri. Novia dengan sabarnya membuka semua pakaian sehingga hanya menyisakan celana dalam saja. Toni lalu digandeng kekamar mandi. Sampai di kamar mandi tanpa rasa canggung Novia melepaskan celana dalam Toni dan mempersilakan Toni membuang air kecilnya.
Sementara itu Novia membuka pula semua bajunya sampai telanjang sama sekali. Toni mencermati tubuh Novia selama dia menelanjangi dirinya. Tubuh Novia yang tidak bisa dibilang muda tetapi, masih sangat mencengangkan.
Dia bisa menjaga perutnya sehingga tidak menggelambir dan minim stretch, pantatnya juga mempesona, karena sangat tonggeng dan paha ke bawahnya cukup gempal proporsional. Yang paling istimewa adalah jembut yang sangat lebat. Hitam, sehingga belahan memeknya sama sekali tidak terlihat.
Teteknya besar sekali, memang agak turun, tetapi kelhatannya masih normal, karena tidak mungkin tetek sebesar Novia punya itu bisa mengacung ke depan.
Pentilnya tidak terlalu gelap, warnanya coklat muda dan lingkaran aerolanya tidak besar, meski pentilnya cukup besar. Namun pentilnya besarnya normal, bagi wanita yang telah memiliki anak.
Setelah Toni tuntas melepas air seninya dia diminta masuk berdiri di bak mandi, dan toilet diduduki Novia. Terderngar desiran suara pipisnya. Dia tanpa malu melepas saja hajatnya. Keduanya berada di dalam bath tb sambil berdiri.
Novia mengatur kehangatan air di shower lalu membilas dari leher sampai ke bawah. Sabun cair diusapkan ke seluruh tubuh. Tangan Novia berhenti dan agak lama bekerja di bagian kemaluan Toni.
Perlakuan itu membuat kontol Toni makin tegang, namun belum mencapai 100 persen. Toni diminta Novia telentang di dalam bath tab yang tidak digenangi air. Badan Novia juga penuh dengan sabun. Novia lalu menindih Toni.
Kedua tubuh mereka licin karena sabun. Novia bergerak-gerak di atas tubuh Toni Teteknya yang besar dan kenyal menekan dada Toni sementara di bawah rimbunan jembut seperti menyikat sekitar kelamin Toni. Gerakan Novia ini sangat mahir, sehingga penis Toni tidak sampai terpelest masuk ke dalam celah vagina.
Toni lalu diminta telungkup dan Novia kembali melakukan body massage. Punggung Toni terasa nikmat ditekan dan diuyel-uyel oleh kekenyalan payudara Novia.
Di pantatnya juga terasa geli dan nikmat disikat oleh jembut lebat. Novia lalu mengambil posisi di bawah Toni yang masih telungkup. Posisi kepala berlawanan arah dan Novia menggesek-gesekkan jembutnya di sekitar kelamin Toni.
Penis Toni sudah menegang sempurna. Novia mengajak Toni berdiri dan mereka berdua membilas tubuh sampai bersih dari sabun dan Novia dengan sabarnya mengeringkan dengan handuk dan melilitkan handuk ke tubuh Toni.
Novia juga melilitkan handuk tetapi tidak menutupi tetek gedenya. Pemandangan sangat menarik melihat tetek besar gondal-gandul ketika berjalan. Rasanya Toni tidak sabar ingin langsung meremas. Tetapi keeinginan itu ditahannya, karena dia sudah berjanji kepada dirinya ingin mengikuti skenario Novia.
Toni dibaringkan dan handuknya dilepas. Toni tidur dengan penis mengacung ke atas. Novia juga membuka handuknya. Mereka berdua sudah bugil dan AC di kamar sudah dimatikan untuk mengurangi rasa dingin.
Novia melancarkan pijatan, tetapi bukan memulai dari kaki atau dari bahu. Tangannya langsung menjamah daerah kemaluan Toni. Beberapa simpul saraf di sekitar kelamin di tekan-tekan.
Ada yang mengakibatkan rasa syur, tetapi ada juga yang terasa sakit. Novia berkomentar menjelaskan semua pijatannya itu. Dia mengatakan bagian simpul saraf ini untuk membuat laki-laki tahan lama.
Kalau pemijatannya tepat, laki-laki bisa bertahan satu jam, katanya. Lalu bagian lain disebutkan untuk meningkatkan kekerasan. Dengan kekerasan yang super, maka penis akan menjadi bertambah besar.
Toni memang merasa bahwa sekujur kulit penisnya menjadi mengkilat, karena penisnya memang sangat berkembang bertambah besar dan panjang. Panjang penis Toni normal saja sekitar 15 cm, tapi kini tampaknya menjadi lebih panjang dan besar.
Pijatan tidak saja di sekitar kelamin tetapi juga dibagian paha dalam, lalu di bagian pantat. Rasa nikmatnya luar biasa, tetapi meski begitu, tidak ada terasa sperma ingin keluar.
Toni hanya merasa penisnya makin keras dan penuh. Kepiawai Novia tidak hanya pijatan tangan, tetapi lidah dan giginya juga ikut bermain. Dia menjilati, bagian di bawah kantong zakar yang berdekatan dengan lubang dubur.
Rasa geli dan nikmat luar biasa sampai tanpa sadar Toni mengerang. Novia juga menggigit sebelah dalam paha Toni sampai tidak terasa sakit.
Setelah kelaki-lakian di kerjai, Novia lalu membereskan kebugarannya. Toni disuruh telungkup dan dia menggarap simpul-simpul saraf di sepanjang tulang belakang. Rasa nikmat dan sakit bercampur menjadi satu dan datang silih berganti.
Belum pernah seumur hidup Toni merasakan pijatan yang demikian ahli. “Pak ini untuk meningkatkan kebugaran, jadi bapak tahan tiarap dan main terus selama 2 jam tanpa pinggang sakit.” kata Novia.
Toni tidak membantah, kecuali percaya saja. Selain itu memang pijatannya nikmat sekali. Sekitar 90 menit terapi ku selesai.
“ Pak mari kita coba hasil pijatan saya,” kata Novia. Dia minta Toni telentang dan rileks. Novia berada di atas dan membimbing penis yang sudah sangat keras masuk kedalam vaginanya.
Luar biasa memang memek si Ibu ini, Meski usianya tidak muda lagi tetapi memeknya masih terasa menggigit. “ Bapak diam saja ya, rileks, biar saya yang atur,” kata Novia.
Toni lalu merasakan kemutan vaginanya yang bergelombang seperti memijat sekujur penisku. Novia tidak bergerak, dia hanya telungkup diatas tubuhku, hanya lubang vaginanya saja yang bekerja melakukan gelombang pijatan di sepanjang penisku.
Novia mengubah posisinya dengan jongkok di atasku. Dia kembali melakukan pijatan memek dengan variasi gerakan tubuhnya. Penis Toni rasanya seperti diperas habis.
Sudah setengah jam melakukan, meski nikmat Toni masih mampu bertahan. Sementara itu Novia melalui kreasinya sendiri dia mencapai orgasme sudah dua kali. Posisi berubah lagi dan Toni yang menindih tubuhnya.
Toni kembali diminta diam dan rileks di atas tubuhnya. Penisnya merasakan luar biasa nikmatnya. Karena Toni rileks maka setiap gerakan memeknya bisa dirasakan sepenuhnya. Namun Toni lama-lama tidak bisa tahan emosi juga.
Sudah hampir sejam Toni bermain dengan pijatan memek tetapi tidak terasa juga akan orgasme. Toni memainkan peranan dan melakukan gerakan cepat dan kasar mengenjot, Novia.
Ibu cantik ini mengerang dan menjerit silih berganti karena dikasari begitu, Toni pun merasa makin sedap sampai sekitar 30 menit Toni embat memeknya dengan gerakan lari cepat, nafas Toni masih mendukung, pinggang tidak terasa pegal.
Benar juga kata Novia tadi. Toni sama sekali tidak merasa cape. Namun yang tidak bisa dikuasai adalah rasa bosan. Karena sudah melakukan gerakan 40 menit masih juga belum bisa muncrat, akhirnya Toni berusaha memanipulasi otaknya dan berusaha merasakan seluruh kenikmatan lalu konsentrasi. Benar juga Toni akhirnya mengalami ejakulasi yang luar biasa nikmatnya.
Sperma disempotkan di dasar memek Novia sampai tuntas ejakulasinya. Ada handuk di bawah sehingga lelehan sperma tidak sampai mengotori sprei. Toni tidur berbaring di sebelah Novia. “ Bagaimana Pak,”, tanyanya.
Toni harus mengakui hasil pijatan Novia yang memang luar biasa. Rasanya ingin dipijat tidak hanya sekali ini saja. Keduanya lalu membersihkan diri dan isitrahat dibawah selimut sambil bugil. Toni lupa bahwa ada Anissa. Itu juga karena Novia yang mengarahkan Toni beristirahat sambil telanjang di bawah selimut. Novia mendekap dirinya sambil kulitnya bersentuhan.
Toni terkejut ketika Anissa sudah berada di depan ranjang . Novia tampak tenang-tenang saja. Toni berpikir bagaimana menyelamatkan ketelanjangannya dari pandangan Anissa. Belum sempat menemukan cara. Anissa tiba-tiba menyibakkan selimut sehingga terlihat ibunya yang bugil memeluk Toni yang juga bugil.
Pasrah, hanya itu yang harus dilakukan. Seperti tadi Toni akan mengikuti skenario mereka. Anissa tidak berkomentar lalu kembali menutup selimut. Dia ke kamar mandi dan kembali dengan pakaian daster, lalu ikut masuk ke dalam selimut tidur disebelah Toni. Pejabat negara itu sekarang diapit oleh ibu dan anaknya.
Apa pun yang dipikirkan tidak bisa dipecahkan bagaimana Novia mengelola anaknya sehingga bisa keduanya memeluk tubuh Toni dan ibunya telanjang pula. Ibunya tidak jelek, bahkan termasuk idaman banyak pria, Anissa cantik juga.
Dari sepintas cerita, Novia mengemukakan suaminya ada main dengan wanita lain. Ini mengecewakan sehingga dia minta cerai.
*****
Toni tidak bisa tidur, sementara Novia di sebelah kanannya sudah mendengkur halus, Anissa pun pulas . Toni sulit bergerak karena dua perempuan ini memeluk dirinya. Jika dua perempuan ini tidak ada kaitan family, lebih masuk akal menceritakannya. Menjadi sulit diterima akal karena mereka adalah ibu dan anak kandung.
Setelah sejam, Novia bangun. Dia berlari-lari kecil ke kamar mandi dan melepaskan hajat kecilnya. Lucu juga melihat dia lari tadi. Karena dalam keadaan bugil, maka tetek besarnya bergegar ke kiri dan kanan.
Dia balik ke bed lalu duduk bersimpuh di samping. Disingkapnya selimut. Terlihat penis yang sedang tergeletak lemas. Tubuh bugilnya masih dipeluk Anissa.
Novia menanyakan bagaimana rasa sesudah dia pijat. Toni mengakui secara jujur bahwa pijatan di simpul-simpul syaraf memang luar biasa. Toni pun tanpa tedeng-aling-aling mengakui kehebatan permainaannya. Anissa tiba-tiba menyambar, “Enak ya yah, Ibu jago sih” katanya.
Novia mengatakan akan menyempurnakan pijatannya. Kembali kelaminnya dipijat, ada bagian tertentu dicubit, ada pula yang digigit dan dijilat. Semua itu dia lakukan tanpa rasa rikuh di depan anaknya. Rasa geli yang kadang timbul, kata Novia untuk mengaktifkan syaraf, demikian juga cubitan yang kadang ada rasa sakit ada pula yang menggelikan.
Sekitar setengah jam terapi itu dilakukan, penisnya menjadi tegak mengeras sempurna. Novia memerintah anaknya untuk mengulum penis itu, dan dia menunjukkan bagian-bagian yang harus digigit dan bagian mana pula yang harus dijilat. Toni merasa terbang merasakan nikmat yang luar biasa oleh terapi mereka.
Novia lalu memerintahkan Anissa memasukkan penis ke memeknya dengan posisi Anissa berjongkok di atas. Dengan segera harum melakukannya tanpa rasa malu pada ibunya. Berbagai instruksi diberikan oleh Novia kepada anaknya . Pengarahan itu memang menghasilkan kenikmatan yang luar biasa. Meski begitu Toni masih bisa bertahan.
Sekitar setengah jam Anissa sudah mengendarai dan dia kayaknya sudah dua kali mencapai orgasmenya. Anissa minta izin ibunya untuk menyudahi, karena badannya rasanya lelah sekali setelah 2 kali orgasme.
Posisi Anissa langsung digantikan oleh ibunya. Luar biasa dalam waktu jeda tidak sampai 1 menit Toni sudah merasakan 2 memek berbeda milik ibu dan anak kandungnya. Sensasi langka yang sulit dibayangkan.
Permainan ibunya memang lebih hebat dan nikmat. Terasa sekali totalitas permainan sexnya Toni tidak ingat waktu dia bermain di atas berapa lama, tetapi yang diingat dia sudah orgasme 3 kali di atas.
Toni membalikkan posisi dan menggenjot cepat terus menerus. Novia mengerang dan menjerit tanpa dia sadari. Entah berapa kali dia dilanda orgasme sampai akhirnya Toni nyampe juga setelah konsentrasi penuh.
Siang malam selama menginap di hotel di Nusa Dua Bali Toni hampir terus menerus ngentot saja kerjanya. Toni heran, mengapa stamina dan nafsunya bisa begitu kuat. Padahal jika di rumah untuk seminggu sekali saja sudah termasuk bagus.
Karena sering kali hanya sekali dalam 2 minggu. Anak dan ibu sudah tidak ada beda. Toni menggarapnya tanpa rasa sungkan dan tanpa tedeng aling-aling . Ngentot ibu di depan anaknya atau sebaliknya atau gonta-ganti nyelupin penis.
Toni kembali ke Jakarta dengan rasa yang puas, bahkan sampai di rumah pun aku masih mampu memberi jatah. Istri agak heran , kenapa Toni begitu bernafsu dan mainnya bisa lama. Istrinya sampai kewalahan menghadapi permainan itu.
*****
Semula Toni sudah khawatir jika aku dijadikan sapi perah oleh Novia dan Anissa. Nyatanya setelah 2 bulan kecurigaannya itu tidak terbukti. Mereka tidak pernah meminta, malah Toni saja yang berinisiatif mengirim. Jika Toni rindu oleh permainan mereka kadang-kadang Toni yang meminta mereka datang ke jakarta.
Cerita berikutnya bukan dia ingin berlebihan bercerita, tetapi ini kenyataan aneh yang dialami, sehingga rasanya perlu juga diceritakan. Toni tidak memaksa pembaca percaya, karena dia sendiri tidak bisa membuktikannya. Namun cobalah telusuri terus cerita ini.
Toni kan terbiasa chating dengan Anissa dan Novia. Suatu kali akun Anissa dipakai adiknya. Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Silvia. Toni meladeni seadanya. Dari wajah di web cam, terlihat anak ini masih imut, karena memang baru kelas 1 SMA. Kata dia umurnya baru 15. Dia memanggil Toni juga dengan sebutan ayah.
Lucunya dan ini aneh, dia menawarkan dirinya untuk dipakai juga. Toni tentu saja menolak. Apa kata dunia jika dia main sama anak di bawah umur. Toni mengaku ngeri membayangkan risikonya.
Toni mengira keinginannya itu hanya kebutuhan materi dan dia kurang pertimbangan. Namun nyatanya dia serius. Sebab dia mengadu kepada ibunya soal penolakan itu. Ibunya bukan melerai, malah ikut menyodorkan.
Parahnya lagi ini anak masih virgin. Ya karena memang masih terlalu muda. Toni membuang jauh-jauh keinginan itu, meskipun ibunya dan kakaknya merestui. Ah bagaimana pun Toni mengaku harus mengekang keinginan itu.

